Pengalaman Pertamaku di Tiongkok

Pengalaman Pertamaku di Tiongkok

2014. Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina. Ya, kata-kata itulah yang menjadi semangat serta motivasiku untuk memulai perjalanan panjangku ini. Sebuah perjalanan yang bermula dari sebuah mimpi. Sebuah perjalanan yang tak kusangka akan kulakukan saat ini. Sebuah perantauan panjang yang entah kapan akan berakhir. Inilah pengalaman pertamaku di negeri Cina atau yang kini disebut Tiongkok.

Kisah ini bermula dari sebuah kota kecil di Jawa Timur yang dikenal dengan nama Probolinggo. Kota yang mungkin masih belum cukup dikenal oleh kebanyakan orang namun menorehkan kisah yang cukup mendalam dan berarti bagiku. Hal yang semula menjadi kekecewaan, justru menjadi cambuk bagiku untuk keluar dari zona nyaman dan memulai perantauan. Dan setelah pencarian selama setahun, kini takdir telah menapakkan kakiku di sini, di negeri ‘legendaris’ yang bahkan tertera dalam sabda Sang Manusia Agung paling berpengaruh zaman ini. Dalam riwayat, beliau menyebut “Cina”.

Pertama kali menjejakkan kaki di negeri ini, ada perasaan haru, gembira, deg-degan dan segudang perasaan lainnya bercampur aduk menjadi satu. Tak kusangka hal yang selama ini hanya menjadi angan-angan bagiku, kini sungguh terjadi! Aku bisa kuliah di Cina! Kuhirup dalam-dalam udara kota Guangzhou, kota pertama yang kukunjungi dalam perantauanku di Cina ini, dan kupandangi jalanan, pertokoan serta bangunan lainnya dari kaca bis sembari mengingat perjuanganku untuk dapat sampai ke sini.

Namun, takdir tak membiarkanku untuk menetap, sebaliknya ia kembali menuntun langkahku menuju sebuah kota di sebelah barat daya daratan Cina: Chongqing. Tempatku menetap dan menuntut ilmu saat ini. Pertemuanku dengan berbagai macam manusia di sini, menyadarkan dan mengajariku tentang berbagai makna kehidupan. Jujur, aku bukanlah seseorang yang bisa dibilang gentleman, pengertian, lembut dan segudang kriteria manusia, bahkan lelaki, sempurna lainnya. Aku yang selama ini acuh tak acuh akan sikapku yang terkadang menyakiti dan menyinggung perasaan orang lain, kini mulai menyadari ketidaksempurnaan diri ini. Mulai menyadari ada beberapa hal yang harus kuubah guna menjadikan diri ini lebih baik lagi. Semua itu terjadi karena pertemuanku dengan manusia-manusia baru di kota perantauanku ini.

pengalaman pertamaku di tiongkok
2014, tiba di Chongqing

Bagiku, tempat ini menyimpan banyak kesan semenjak aku memutuskan menetap sementara waktu ini. Banyak hal yang kurasa merupakan bagian dari alur takdir yang memang ditujukan kepadaku, yang memang menuntunku untuk ke sini. Walaupun, jujur, aku merasa ilmu-ilmu teknis yang kudapat di sini masih sangatlah minim, namun ilmu-ilmu kehidupan justru membanjiri, bahkan serasa menohok kesadaranku akan kealpaan diri selama ini. Dan justru hal itulah yang memicuku untuk menjadi pribadi yang jauh lebih baik ke depannya. Aku merasa, inilah suatu fase dalam hidupku ketika aku harus mulai  melihat dengan mata kepalaku sendiri dan belajar menyikapi beragamnya corak kehidupan dan manusia di luar lingkungan awalku.

Semua ini, aku yakin, merupakan skenario Sang Sutradara Agung yang sedang menyiapkanku untuk sesuatu yang lebih besar nantinya.

Terima kasih Tuhan atas segala kesempatan langka ini, aku sangat bersyukur dan pasti akan kumanfaatkan sebaik-baiknya. ***

Ditulis oleh:

Nikko Akbar

Chongqing.

Pernah terbit di:

http://nikkoakbar.blogspot.com/2015/10/pengalaman-perdana-di-negeri-tirai-bambu.html

 

 

Tiongkok Siapkan Beasiswa S1-S3 Untuk Mahasiswa Indonesia

Tiongkok Siapkan Beasiswa S1-S3 Untuk Mahasiswa Indonesia

Jakarta – Antusias pelajar Indonesia belajar ke Republik Rakyat China dari tahun ke tahun semakin meningkat. Kedutaan China menyiapkan ratusan beasiswa jenjang S1 hingga S3 dari Pemerintah China tahun 2017.

“Sejak dari tahun 2015, jumlah beasiswa pemerintah Tiongkok ditambah dari 15 sampai 187, telah bertambah sebelas kali lipat. Pada tahun ini, pemerintah Tiongkok menyiapkan 197,” kata Konselor Budaya Kedutaan Besar China, Zhou Bin di Universitas Al-Azhar Indonesia, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (15/3/17).

Zhou mengatakan beasiswa yang dibuka yakni kuliah jenjang S1, S2, S3, serta scholar umum dan scholar senior yang bisa diikuti oleh dosen atau pengajar yang ingin penelitian atau disertasi. Program scholar umum adalah program non degree untuk mahasiswa kunjungan namun tetap mendapatkan ijazah.

Mahasiswa bisa mengajukan program beasiswa sesuai kebutuhannya dengan 279 pilihan Universitas di China. Ada 12 disiplin ilmu yang dibuka di antaranya ilmu sains, teknik, agronomi, kedokteran, ekonomi, hukum, manajemen, pendidikan, sejarah, sastra, filsafat dan llmu kesenian.

“Beasiswa penuh akan menanggung seluruh biaya kuliah, tunjangan biaya hidup, biaya akomodasi dan asuransi kesehatan komprehensif,” kata Zhou.

Tak hanya itu untuk memfasilitasi pelajar yang tidak bisa berbahasa Mandarin, pemerintah China juga menyiapkan kursus bahasa di universitas selama satu tahun. Zhou mengatakan seluruh biaya kuliah ditanggung oleh pemerintah China.

“Jika kemampuan bahasa Mandarin belum cukup, pemenang beasiswa akan dimasukkan ke perguruan tinggi Tiongkok yang ditentukan untuk belajar bahasa mandarin selama 1 tahun, biaya kuliahnya ditanggung oleh beasiswa pemerintah Tiongkok,” ungkap Zhou.

Zhou menyebut sudah ada kerja sama antara perguruan tinggi China dengan Indonesia. “Misalnya, Peking University dan Universitas Indonesia, Tsinghua University dan Institut Teknologi Bandung, Beijing Jiaotong University dan Universitas Surabaya serta universitas-universitas lainnya di Tiongkok dan Indonesia sudah menjalin hubungan kerja sama,” ucap Zhou.

“Sekarang Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Universitas Indonesia, Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok dan lain-Iain membantu kami mempromosikan informasi pendaftaran Beasiswa Pemerintah Tiongkok,” tuturnya.

Dia berharap semakin banyak mahasiswa Indonesia memanfaatkan program Beasiswa Pemerintah China. Harapannya begitu lulus para mahasiswa ini bisa kembali ke Indonesia dan memberi sumbangsih untuk negara.

“Juga mahasiswa Indonesia belajar di Tiongkok bisa banyak mengenal kebudayaan Tiongkok dan bersahabat dengan mahasiswa Tiongkok, pada masa depan sebagai utusan mewarisi dan mengembangkan persahabatan Tiongkok dan Indonesia,” urainya.

Untuk bisa melihat persyaratan penerima beasiswa pemerintah China ini bisa mengunjungi website resmi Kedubes Republik Rakyat China di Indonesia http://id.chineseembassy.org/eng/whjy/lxxx/.

Sumber: https://news.detik.com/berita/d-3447396/china-siapkan-197-beasiswa-dari-s1-s3-untuk-mahasiswa-ri

 

  • Terms of Service
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Copyright 2017 KuliahTiongkok.com
Design By: ZonaWeb.Co.Id

Perlu Bantuan? Silakan Chat Kami

Hallo. Selamat Datang di Website KuliahTiongkok.com. Silakan chat Customer Support kami di sini.

Bagian Penjemputan & Perbantuan di Tiongkok

Nikko

Online

Bagian Pendaftaran & Administrasi

Wawan

Online

Nikko

Hallo, saya Nikko. Ada yang bisa saya bantu terkait PENJEMPUTAN & PERBANTUAN DI TIONGKOK? 00.00

Wawan

Hallo, saya Wawan. Ada yang bisa saya bantu terkait PENDAFTARAN & ADMINISTRASI? 00.00