Pengalaman Peserta KuliahTiongkok.com Mendapat Beasiswa Penuh

Pengalaman Peserta KuliahTiongkok.com Mendapat Beasiswa Penuh

Pengalaman Nikkolai Ulyanov, peserta KuliahTiongkok.com kuliah di Tiongkok dan berhasil mendapat beasiswa penuh (full scholarship), menarik untuk dibaca. Berawal dari kegalauannya setelah berkuliah Game Development di KDU, Selangor, Malaysia, ia ingin kuliah di Tiongkok. Guangzhou yang menjadi incarannya. Kenapa? Ia ingin mengembangkan bisnis yang selalu diimpikannya. Selama di Malaysia, ia senantiasa bersinggungan dengan komunitas akademik dan industri yang sangat “berbau” Tiongkok. Bahasa Mandarin paling banyak digunakan di dunia bisnis yang ia saksikan di Malaysia, walaupun di dunia akademik tetap menggunakan bahasa Inggris.

Impiannya ingin bisa kuliah di Guangzhou, tercapailah. Uniknya, ia memulai kuliah di Tiongkok (Guangzhou) berangkat dengan modal bahasa Mandarin nol, alias tidak bisa sama sekali.

Kampus pilihannya, yang menerimanya, dan sekaligus memberinya beasiswa penuh, yakni Sun Yat Sen University, memberinya kesempatan mengikuti kelas pelajaran bahasa Mandarin selama 1 tahun di Sun Yat Sen University kampus Zhuhai. Alhasil, Nikkolai berhasil menyabet nilai HSK 5 pada ujian akhir tahun untuk bahasa Mandarin. Kemudian ia melanjutkan kuliah jurusannya, yakni Software Engineering di Sun Yat Sen University kampus Guangzhou.

Berikut penuturan Nikolai Ulyanov:

“Saya Nikkolai Ulyanov, mahasiswa Sun Yat Sen University (SYSU) jurusan Software Engineering dengan beasiswa penuh dengan dibantu oleh KuliahTiongkok.com. Saya masuk SYSU pada September 2018. Pada saat mendaftar, saya tidak bisa bahasa Mandarin. Saya mengikuti pelajaran bahasa Mandarin di kampus SYSU Zhuhai selama satu tahun. Alhamdulillah saya lulus HSK 5 dan saat ini saya sudah pindah ke kampus SYSU Guangzhou untuk perkuliahan saya.

Oh ya sebelum ini saya adalah mahasiswa School of Computer & Multimedia jurusan Game Development di KDU Selangor, Malaysia. Saya memilih pindah ke SYSU karena kampus Tiongkok lebih mendukung rancangan keahlian saya. Di samping itu, Guangzhou adalah kota bisnis yang merupakan daya tarik tersendiri bagi saya. Saya ingin mengembangkan bisnis yang ditopang kemampuan IT. Lagian… saya di sini kan dapat beasiswa penuh”. “Saya berterima kasih kepada KuliahTiongkok.com. Maju teruuss… Bantu anak-anak Indonesia!”

Selama di Zhuhai, Nikkolai kadang pergi jalan-jalan ke Macau bersama teman-temannya. Zhuhai – Macau ditempuhnya selama 1 jam dengan bus dengan ongkos Rp. 8.000,- pergi-pulang.

kuliah di tiongkok mainnya ke macau dan hongkong
Nikkolai Ultanov menatap masa depan.. eh, menatap hamparan laut yang memisahkan daratan Zhuhai dengan Macau.. Hayuk kuliah di Tiongkok… tapi mainnya ke Macau dan Hongkong. Murah lagi! Hehe….
Indonesian Connect 2019

Indonesian Connect 2019

   

Indonesian Connect, sebuah program yang digagas Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok (PPIT), untuk menghubungkan para pelajar dan mahasiswa Indonesia yang sedang kuliah di Tiongkok. 

Indonesian Connect dibentuk karena trend semakin meningkatnya animo anak-anak Indonesia untuk kuliah di Tiongkok dari tahun ke tahun. Kondisi ini yang  membutuhkan ketersediaan informasi tentang kuliah di Tiongkok, informasi beasiswa di Tiongkok, serta informasi hidup di Tiongkok secara valid. 

“Kesulitan memperoleh informasi valid tentang kuliah di Tiongkok, maka acara ini diharapkan dapat memberi informasi seputar kehidupan di Tiongkok”. Demikian yang dikatakan Ketua Panitia Indonesian Connect 2019, Nikkolai Ali Akbar atau yang sering dipanggil “Nikko Akbar”.

Nikko Akbar, yang juga mahasiswa Chongqing Medical University tahun ke-4, adalah Wakil Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok pada kepengurusan pusat, dan Ketua Satgas Penipuan Agen dan Kerja Paksa PPI Kawasan Asia dan Oceania pada kepengurusan PPI Dunia.

Aktivitas di luar akademik formal ini menurutnya, sebagai wujud kepeduliannya kepada pendidikan bagi generasi milenial.

“Setidaknya, ada hal kecil yang bisa saya perbuat untuk rekan-rekan seangkatan saya dan angkatan setelah saya dalam hal penyediaan informasi kuliah di Tiongkok, kehidupan di Tiongkok dan berkreasi di Tiongkok”, ujar Nikko kepada KuliahTiongkok.com.

Pendaftaran Online Kuliah di China

Pendaftaran Online Kuliah di China

Play Video

Pendaftaran Online Kuliah di China

Silakan kunjungi www.KuliahTiongkok.com

Mengapa Kuliah di China?

China atau Tiongkok, adalah negara maju yang memiliki banyak universitas berkualitas serta memiliki kekuatan ekonomi yang sangat berpengaruh pada perekonomian dunia! Negara ini memiliki rekam jejak peradaban yang tangguh sejak zaman Tiongkok kuno hingga modern. Etos kerja manusia Tiongkok yang ulet, disiplin, kuat dan pantang menyerah sangat patut dicontoh. Maka, tuntutlah ilmu hingga ke negeri Cina! Kini, terbukti lulusan universitas Tiongkok lebih mudah dan cepat mendapatkan pekerjaan!

Silakan Klik Gambar Untuk Kunjungi Website Kami

our Supporting team

Nikko Akbar

Mahasiswa Chongqing Medical University

Pengurus Pusat Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok dan Pengurus PPI Dunia

Nikkolai Ulyanov

Mahasiswa Sun Yat Sen University

Pengurus Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Ranting Sun Yat Sen University, Guangzhou

Wawan Kuswandoro

Dosen Universitas Brawijaya

Founder MiracleWays®, Konsultan Pendidikan & Personal Development

Practice makes perfect

We know about your hectic schedule. We also know the only way you truly understand a subject is by practicing it in a real environment. This is why we’ve set a playground area that’s full of hours of exercises, questions and challenges. It even has a gaming section. 

The best campus facilities

In addition to our online classroom, we also offer an option to take part in a live classroom. It takes place in our vast campus throughout China. Here you’ll be able to use the most up-to-date facilities.

KuliahTiongkok.com Articles

Categories

Learn from the very best

Join our experience and start building the most wanted study and career’s supporting campus available today. We make sure every class is easily understood, and that all students reach the same level of expertise needed for today’s industry.

You may choose English or Mandarin class.

Working hours

Monday- Thursday:8:00-18:30 Hrs
(Phone until 17:30 Hrs)
Friday - 8:00-14:00

We are here

Perumahan Kopian Barat B7, Probolinggo 67222, Jawa Timur

Kuliah Tiongkok Blog

Kuliah Tiongkok Blog

Kuliah tiongkok blog

KUMPULAN ARTIKEL KULIAHTIONGKOK.COM

"What really turned me over was the ability to understand how everything works without any prior knowledge."
John Doe
Designer

GO TO HOMEPAGE

www.KuliahTiongkok.com

Categories
Play Video

Ingin Kuliah di Tiongkok?

Ingin dapat beasiswa? Atau, bisnis sambil kuliah?

Silakan kunjungi www.KuliahTiongkok.com

Belajar Bahasa Mandarin – Part 1

Belajar Bahasa Mandarin – Part 1

Hallo Students… Sebelum memulai Belajar Bahasa Mandarin – Part 1 yang merupakan paling dasar ini, kami sampaikan dulu beberapa hal:

Pertama, Belajar Bahasa Mandarin pada website www.KuliahTiongkok.com ini kami susun berdasarkan kebutuhan dasar percakapan sehari-hari secara mudah sekaligus sejalan dengan kebutuhan HSK atau TOEFL-nya bahasa Mandarin.

Untuk ini, kami sajikan dalam 3 bagian yang telah kami setting secara sistematis dan terstruktur. Ini merupakan “kecakapan dasar” yang wajib kamu pahami dan hapalkan karakter (aksara)-nya. Jangan kawatir, dengan mempelajari step by step, secara otomatis aksara bahasa Mandarin dapat terhapalkan dengan sendirinya. Dalam belajar bahasa Mandarin, fokus ke percakapan ya, jangan dulu fokus ke tulisan/ aksara China-nya. Aksara (huruf) cukup diikuti saja ketika belajar.

Ke-3 bagian tersebut adalah:

Belajar Bahasa Mandarin – Part 1: Tatacara Melafalkan (Pronouncing) Bahasa Mandarin dengan Hanyu Pinyin (baca: han-i bin-in).

Belajar Bahasa Mandarin – Part 2: Dasar Percakapan Sehari-hari.

Belajar Bahasa Mandarin – Part 3: Vocabulary & Grammar Setara HSK 1 – 4.

Kedua, Belajar Bahasa Mandarin – Part 1 s.d Part 3 ini merupakan “kecakapan standard”, dapat digunakan untuk komunikasi sehari-hari, yang telah di-setting secara sederhana dan praktis, namun sejalan dengan kebutuhan HSK. Karenanya, harus dipelajari secara runtut, tidak boleh loncat-loncat. Mulailah dari Belajar Bahasa Mandarin – Part 1, selesai dan paham, lanjut ke Belajar Bahasa Mandarin – Part 2, dst.

Materi pelajaran bahasa Mandarin sebenarnya telah banyak tersedia di YouTube, dan materi di website inipun berasal dari Channel YouTube, namun telah kami seleksi dan kami pilih yang paling mudah, sederhana namun efektif, apalagi untuk pembelajar pemula. Ini untuk membantu mereka yang sedang memulai belajar bahasa Mandarin agar tidak bingung memilih materi pembelajaran bahasa Mandarin yang ribuan jumlahnya.

Ketiga, setelah “lulus” materi Belajar Bahasa Mandarin – Part 1 s.d Part 3, kamu boleh melanjutkan ke materi selanjutnya, untuk pengayaan dan pembiasaan.

Untuk itu, kami siapkan Belajar Bahasa Mandarin – Part 4 dan Part 5 yang berisi:

Belajar Bahasa Mandarin – Part 4: Materi Setara HSK 5 berupa Vocabulary Lanjutan dan Percakapan.

Belajar Bahasa Mandarin – Part 5: Expanded Vocabulary, Idiom, Sinonim dan Percakapan.

Mengapa tidak dimuat sekarang? Supaya kamu FOKUS ke Belajar Bahasa Mandarin – Part 1 s.d Part 3 dulu…

Setelah kamu merasa “lulus” Belajar Bahasa Mandarin – Part 1 – Part 3, silakan request ke kami untuk Part 4 dan Part 5 ya.. melalui komentar di bawah artikel.

Klik dulu judul artikelnya ya, untuk bisa ketemu dengan kolom komentar di bawah artikel. Atau, via link ini untuk Part 1:

Belajar Bahasa Mandarin – Part 1 >>

Untuk Part 4 dan Part 5, kami akan melakukan “tes” terlebih dahulu, untuk mengetahui progress kamu. Baru boleh lanjut ke Part 4 dan Part 5… Okay… 

Belajar Bahasa Mandarin - Part 1

Pengenalan Bahasa Mandarin Level 1

Pelajaran 1:

Pengenalan Hanyu Pinyin (baca: han-i bin-in).

Hanyu pinyin adalah padanan pengucapan (dan tulisan hanzi, aksara Mandarin) bahasa Mandarin dengan pengucapan (dan bacaan) menggunakan bantuan aksara Latin.

Pengenalan Bahasa Mandarin Level 2

Hanyu Pinyin Pelajaran 2

Pengenalan Bahasa Mandarin Level 3

Pelajaran 3:

Nada (tone) dalam bahasa Mandarin.

Beda nada, beda arti ya…

Terdapat 4 nada dalam bahasa Mandarin dengan pengucapan yang sama (huruf berbeda).

 

Pengenalan Bahasa Mandarin Level 4

Pelajaran 4:

8 bunyi ganda

Pengenalan Bahasa Mandarin Level 5

Pelajaran 5:

9 bunyi sengau

 

Sampai di sini dulu Belajar Bahasa Mandarin – Part 1 ini ya…

Pahami dulu, baru boleh lanjut ke Belajar Bahasa Mandarin – Part 2 >>.

Catatan Kongres Diaspora Indonesia

Catatan Kongres Diaspora Indonesia

Gagasan “mengumpulkan” diaspora, yang secara mudah diartikan sebagai “orang-orang Indonesia atau yang memiliki pertalian budaya dengan Indonesia yang tinggal di luar negeri” adalah sebuah kebaikan.

Orang Jawa bilang, “ngumpulke balung pisah” atau “mengumpulkan tulang belulang yang berserakan” supaya tidak “kepaten obor” atau “mengalami kematian obor” yang bermakna terlepas dari jejak leluhur.

Mengumpulkan kaum diaspora, adalah gagasan silaturahim. Bisa jadi mereka yang sedang terpisah secara budaya dan mengalami life-world budaya baru itu sedang mengalami kerinduan akan pertalian “budaya asal” yang sama.

Saya tak hendak berusaha mencurigai apa-apa atau mengkiritik apa-apa, karena sebagaimanapun kekurangan yang ada, aktivitas “ngumpulke balung pisah” adalah baik dan sebuah kebaikan.

Ke depan, aktivitas komunitas diaspora Indonesia ini bisa makin menemukan jati dirinya, dan benar-benar mampu berkontribusi bagi “nenek moyangnya”.

Tahap saat ini adalah tahap permulaan. Sudah baik. Perjalanan 1 li dimulai dari 1 langkah, kata orang bijak zaman dulu di Tiongkok.

Terlepas dari kekurangan yang ada, kiranya patutlah kita berterima kasih kepada Dino Patti Jalal, sang penggagas komunitas diaspora Indonesia.

Berikut, saya hadirkan tulisan menarik tentang diaspora Indonesia, oleh Windu Jusuf, sebagaimana pernah dimuat di Tirto.co.id dengan judul “Salah Kaprah Diaspora”.

Tirto.co.id membuka percakapan dengan sebuah taglineKongres Diaspora Indonesia cenderung menyederhanakan kompleksitas fenomena diaspora”.

Berikut beritanya, sebagaimana asli terbitan Tirto.co.id, tanpa editing.

Sumber Gambar: https://tirto.id/salah-kaprah-diaspora-crRD

Pembicaraan publik seputar Kongres Diaspora Indonesia memunculkan satu pertanyaan: benarkah kata “diaspora” tepat untuk mendeskripksikan jutaan orang Indonesia yang sudah tinggal dan bekerja di luar negeri?

Dalam kajian ilmu sosial, diaspora merupakan lema yang digunakan untuk merujuk kelompok-kelompok etnis atau bangsa yang tinggal jauh dari kampung halaman dan, umumnya, sangat mempertimbangkan sebab-sebab persebaran kelompok tersebut: penindasan politik, persekusi, wabah, dst.

Situs Indonesian Diasporan Network (IDN) menyebutkan bahwa: istilah Diaspora Indonesia sendiri memiliki arti warga negara Indonesia yang tinggal di luar negeri dan terbagi dalam empat kelompok. Kelompok pertama adalah WNI yang tinggal di luar negeri yakni masih memegang paspor Indonesia secara sah. Kelompok kedua adalah warga Indonesia yang telah menjadi warga negara asing karena proses naturalisasi dan tidak lagi memiliki paspor Indonesia. Sementara bagi warga negara asing yang memiliki orang tua atau leluhur yang berasal dari Indonesia masuk dalam kategori ketiga. Dan kelompok yang terakhir adalah warga negara asing yang tidak memiliki pertalian leluhur dengan Indonesia sama sekali namun memiliki kecintaan yang luar biasa terhadap Indonesia.

IDN didirikan pada 2012 oleh Dino Patti Djalal. Dalam sebuah wawancara pada 2013, Dino mengklaim bahwa pembentukan jejaring diaspora Indonesia bermula saat ia menjabat Duta Besar Indonesia di Amerika Serikat (antara 10 Agustus 2010 – 17 September 2013). Ia mengatakan bertemu banyak sarjana dan pengusaha di antara komunitas Indonesia.

“Saya terkejut oleh kisah-kisah sukses mereka dan fakta bahwa banyak dari mereka saling tidak mengenal. Dari sini muncullah ide untuk menjadikan titik-titik perorangan ini sebuah jejaring global,” ujar Dino yang sempat menjadi Wakil Menteri Luar Negeri dalam waktu yang cukup singkat (14 Juli 2014 – 20 Oktober 2014).

Kata diaspora diputuskan untuk dipakai untuk, menurut Dino, “[…] menghubungkan bukan saja warganegara Indonesia tapi juga keturunan Indonesia.”

Yang patut digarisbawahi di sini adalah “cerita sukses”. Dino sendiri, pada 2012, pernah menerbitkan buku berjudul Life Stories: Resep Sukses dan Etos Hidup Diaspora Indonesia di Negeri Orang, yang berisi pengalaman sejumlah orang Indonesia di luar negeri.

Pertanyaannya adalah: apakah seseorang harus sukses sebelum boleh masuk ke dalam kategori “diaspora”? Tapi lagi-lagi, apa ukuran sukses?

Asal-Usul Diaspora

Sebelum jadi jargon pada era Dino Patti Djalal, bahkan hingga kini di lingkungan akademik, kata “diaspora” jauh dari konotasi yang menyenangkan.

Bahasa Indonesia mengenal lema “perantau” untuk orang-orang yang mencari penghidupan jauh dari kampung halaman; “pengungsi” untuk mereka yang melarikan diri dari konflik atau dipersekusi pemerintah.

Media-media arus-utama menggunakan kata “ekspatriat” untuk menamai orang-orang dari luar negeri (umumnya dari negara maju seperti Amerika utara dan Eropa Barat) yang bekerja di Indonesia. Sedangkan kata “migran” dipakai, biasanya, untuk pekerja-pekerja kasar dari negara-negara Dunia Ketiga. Penggunaan kata “ekspat” belakang sering digugat karena hanya berlaku untuk orang-orang kulit putih. Pekerja rantau atau pekerja tamu, mungkin lebih baik untuk menyebut baik yang biasa disebut “ekspat” maupun “migran”.

Menyoal kesuksesan yang dikatakan Dino, perantau, atau lebih persisnya, perantau sukses, boleh jadi lebih tepat digunakan untuk menggeser penggunaan kata “diaspora” yang, dalam praktiknya, lebih sering digunakan untuk menjelaskan fenomena perpindahan manusia dari karena alasan-alasan yang tidak menyenangkan.

Dalam disertasinya yang dibukukan tentang diaspora Aceh, Separatist Conflict in Indonesia: The long-distance politics of the Acehnese diaspora (2012), peneliti Jerman Antje Missbach menyatakan bahwa sampai tahun 1970an, istilah ini ekslusif hanya digunakan untuk menyebut Diaspora Yahudi, Armenia, Yunani guna menandai persebaran suku-suku bangsa kuno yang telah berlangsung selama berabad-abad.

“Makna konotatif yang diperoleh dari pengalaman mereka negatif, misalnya pengusiran, perlakuan tidak adil, pemiskinan, penganiayaan dan trauma,” tulis Missbach. Diaspora dibedakan dari perantau atau migran dalam artian luas, berdasarkan keinginan kolektif mereka untuk memelihara ikatan kultural dengan tanah air.

Kajian-kajian akademik pada umumnya menyebut “diaspora Yahudi” untuk orang-orang berdarah Yahudi yang tinggal di seluruh dunia guna menghindari persekusi di Eropa hingga Perang Dunia II; atau “diaspora Armenia” untuk orang-orang Armenia beserta keturunannya yang mengungsi akibat pembantaian oleh pasukan Turki Usmani pada Perang Dunia I; “White Russians” untuk simpatisan Tsar pada era Revolusi Bolshevik yang di antaranya mengungsi ke Tiongkok dan Eropa Barat; “diaspora Tiongkok” untuk orang-orang Tionghoa yang kabur dari Revolusi Kebudayaan zaman Mao; “diaspora Iran” untuk orang-orang Iran yang meninggalkan tanah air untuk menghindari penindasan Shah atau kecamuk Revolusi Iran; dan “diaspora orang Kroasia” setelah Perang Balkan.

Namun bukan berarti diaspora Indonesia tidak ada. Dalam definisi akademik di atas, diaspora Indonesia sungguh-sungguh eksis.

Dari wilayah Indonesia sendiri, setidaknya terdapat lima kelompok besar diaspora: diaspora penyintas 1965, yakni orang-orang Indonesia yang berada di luar negeri dan tak bisa kembali setelah pembantaian 1965-66; diaspora Timor, yaitu orang-orang Timur Leste (di antaranya Ramos Horta dan Mari Alkatiri) yang terpaksa menyingkir dari kampung halaman sejak invasi Orde Baru ke Timor (1975); diaspora Aceh, yang lahir akibat konflik dengan pemerintah pusat pada era Soekarno, Soeharto, hingga Megawati; diaspora orang-orang Maluku pendukung Republik Maluku Selatan di Belanda; serta diaspora Papua yang terdiri dari jejaring aktivis pro-kemerdekaan Papua di luar tanah Papua.

Missbach menyebutkan bahwa ketertarikan atas topik diaspora juga meningkat bukan hanya karena semakin tumbuhnya komunitas-komunitas serupa, tapi juga “karena peran mereka semakin diakui dalam politik global.”

Demikianlah, diaspora orang Rusia pasca revolusi 1917 ikut membantu kemenangan Soviet dan Sekutu atas Blok fasis pada Perang Dunia II; kalangan Yahudi liberal di New York didengar suaranya di forum-forum dunia terkait konflik Israel-Palestina; komunitas Kuba yang tinggal di Florida (salah satunya Marco Rubio, kandidat presiden dari Partai Republik AS), selama bertahun-tahun aktif melobi pemerintah AS untuk mendorong terciptanya kebijakan-kebijakan anti-Castro.

Terkait politik global kelompok-kelompok diaspora dari wilayah Indonesia, tercatat Gerakan Aceh Merdeka memperoleh dukungan finansial yang sangat besar dari sumbangan para tenaga kerja Aceh di Malaysia. Tekanan internasional terhadap Timor Leste bertambah besar dengan aksi-aksi solidaritas di luar negeri yang digalang oleh kalangan diaspora Timor—salah satunya adalah demo di Dresden, Jerman, menyambut lawatan Soeharto pada 1995.

Seiring lengsernya Soeharto, selesainya konflik di Aceh, dan kemerdekaan untuk Timor Leste, sebagian dari anggota diaspora kembali ke kampung halaman. Sebagian lainnya, misalnya sejumlah diaspora 1965, sejenak pulang dengan paspor asing—kewarganegaraan mereka dicabut dan tak pernah dipulihkan.

Kelompok terakhir inilah yang lazim dipanggil sebagai “orang-orang eksil”.

 

Ditulis oleh: Windu Jusuf

Pengantar tulisan di website ini: Wawan Kuswandoro

Gambar ilustrasi utama: dokumen pribadi Nikko Akbar.

Sumber tulisan: https://tirto.id/salah-kaprah-diaspora-crRD

 

Belajar Bahasa Mandarin – Part 2

Belajar Bahasa Mandarin – Part 2

Setelah kamu mengenali dan belajar tatacara pengucapan bahasa Mandarin pada bagian 1 (Belajar Bahasa Mandarin – Part 1), maka pada bagian 2 ini, yakni Belajar Bahasa Mandarin – Part 2, kamu berkenalan dengan percakapan harian sederhana, meliputi sapaan, memperkenalkan diri, keluarga, pengenalan benda-benda sekitar kamu, pekerjaan dan kegiatan sehari-hari, di rumah, kampus, dll.

Dasar-Dasar Percakapan Bahasa Mandarin Sehari-hari

Belajar Bahasa Mandarin – Part 2 Pelajaran 1 ini berisi 30 pelajaran dasar, meliputi percakapan sehari-hari.

Percakapan Populer Sehari-hari

Belajar Bahasa Mandarin – Part 2 Pelajaran 2 ini berisi percakapan populer sehari-hari, lebih lengkap.

Pelajari baik-baik Pelajaran 1 dan Pelajaran 2 di atas yaa… Setelah paham, baru boleh lanjutin ke Belajar Bahasa Mandarin – Part 3 yang berisi materi HSK.

Tidak boleh loncat ya.. Harus runtut mulai dari Belajar Bahasa Mandarin – Part 1, baru lanjut ke Belajar Bahasa Mandarin – Part 2.

Setelah paham Belajar Bahasa Mandarin – Part 1 dan Part 2, baru boleh lanjut ke Part 3.

Sudah siap ke Belajar Bahasa Mandarin – Part 3 >> ?

 

Tips Hidup Mandiri dan Kreatif di Rantau Episode 3

Tips Hidup Mandiri dan Kreatif di Rantau Episode 3

Kita lanjutin ya.. obrolan di episode 2, Tips Hidup Mandiri dan Kreatif di Rantau Episode 2. Di episode 2 lalu, dah kubahas tentang nggemukin rekening dengan ilmu level 1. Di tulisan ini yang kubahas adalah penggemukan rekening anak rantau dalam waktu yang lebih pendek. Hasil juga lumayan laah…

Masih ingat kan… Ini bukan bekerja lho… Ini cuma main-main aja.. Di episode lalu, main-mainnya adalah sambil pulkam, maka di lvel 2 ini, main-mainnya selama berada di Tiongkok.

Modusnya mirip episode 2 sih, yakni “main-main” sama barang Tiongkok yang sangat digemari di Indonesia karena harganya yang murah namun barangnya bagus.

Di episode lalu kan barang itu ngikut koper kita ketika kita pulkam. Nah kini, barang itu pulkam sendiri, kitanya gak ikut pulang, juga gak dititipin teman yang pulkam. Lho gimana? Ya kita kirim dari Tiongkok.

Nah… untuk awal, kamu mungkin kesulitan ngirim barang dari Tiongkok ke Indonesia dengan ongkos shipping yang gak begitu mahal. Sementara kamu nebeng di “shipping”-ku aja ya… Alias, aku yang bakal ngirim barang kalian dari Tiongkok ke Indonesia tanpa kalian ribet.

Kalian tetap dapat keuntungan dari jualan kalian ke Indonesia. Carilah barang-barang yang lagi diminati di Indonesia, kemudian belilah di Tiongkok, kirimkan ke Indonesia. Kamu dapat untung dari selisih harga toko di Tiongkok dengan harga jual kamu ke Indonesia. Ntar ngirimnya, serahin ke guwehh yee…. Bayar ongkos ekspedisinya ke guwehh doonk…

Nah… Kita sama-sama untung kaaan…. Asyeekk kaan…

Dah… jangan bilang-bilang yang laen yaah…. haha….

Apa? Kamu belum tahu cara cari barang di Tiongkok?

Emang siih.. masing-masing daerah di Tiongkok beda-beda kondisinya. Ada yang mudah cari barang, ada yang sulit karena jauh dari lokasi pertokoan grosir. Kalau di daerahku, Guangzhou, lebih mudah carinya. Kamu yang kuliah di Guangzhou bisa kubantu langsung.  

Apa? Belum berani bisnis kayak aku?

Gpp… Cari order aja deh… Ntar kukasih fee.. Mantap juga kaan…

Ini contoh barangnya.. silakan intip deh… IG @minejastip.id

Kalian tinggal share link IG ku itu… Ntar yang laen-laen, kita personal chat WA atau WeChat aja ya.. hehe…. (ssssttt…)

Naaa.. gimana….

Okay kaan…

Yuk.. take action NOW !

Nih tulisan boleh kulanjut ke episode berikutnya gak ya gaes…. 

Lanjut ya….

Masih banyak nih pengalamanku yang laen….

Semoga dapat menginspirasi kalian sekaligus menyemangati kalian

Hidup di rantau itu asyik… Jika kita kreatif.

Okay gaes….

Tunggu episode 4 ya….

 

kuliah di tiongkok

Tips Hidup Mandiri dan Kreatif di Rantau Episode 2

Tips Hidup Mandiri dan Kreatif di Rantau Episode 2

Kalau Tips Hidup Mandiri dan Kreatif di Rantau Episode 1 ngebahas tentang ilmu bertahan hidup pada level rendahan, maka tulisan ini, Tips Hidup Mandiri dan Kreatif di Rantau Episode 2, ngebahas ilmu bertahan hidup pada level menengah. Meningkat dikit ya kelas kita…

Kalaukamu dah baca episode 1, kamu pasti paham bahwa inti ilmu bertahan hidup ini adalah bagaimana cara hidup agar tak menguras rekening malah bisa nambah rekening. Kalau dulu istilahnya adalah “menguras isi kantong”. Kuno dah.. Zaman milenial istilahnya, “menguras isi rekening” atau “membuat ATM loyo”.

Nah, gimana cara agar rekening kita gak terkuras atau ATM kita gak loyo untuk biaya hidup di perantauan ketika kuliah di Tiongkok?

Pada ilmu level 1 dan 2 sudah kujelasin di episode 1 ya… Lumayan, cukup ampuh untuk memperpanjang masa loyo ATM.

Nah Ilmu Bertahan Hidup di tulisan ini adalah ilmu meningkatkan stamina ATM agar tak gampang loyo. Gimana caranya? Ya di-supply gizi doonk…

Bekerja?

Ndak.

Lho…

Gini gaes…. ‘bekerja’ tidak boleh dilakukan oleh mahasiswa internasional yang sedang kuliah di Tiongkok. Artinya, “bekerja” dalam arti yang pakai ikatan kontrak kerja, ikut orang, kerja, dibayar itu lho… Nah.. kalau “melakukan sesuatu aktivitas yang dapat bernilai uang” dan itu tidak ada ikatan kontrak dengan siapapun, dan tidak mengacaukan jadual kuliah… ya tidak apa-apa.

Jelas ya…

Gimana donk caranya…

Iih.. gak sabaran banget sih…. hehe…

Ini juga ada level-levelnya lho…

Yang kubagiin ini yang level “rendahan” dulu ya… Sebut aja “Ilmu Gizi ATM Level 1” hehe…

Ilmu ini dilakukan sambil jalan. Jadi gak ngorbanin waktu kuliah sama-sekali.

Tepatnya, ilmu ini dilakukan sambil pulang. Lhoh…

Gini gaes… Kamu kan mesti pulang kampung to… Emang gak pulang? Gak kangen sama orangtua? Hehe…

Lho katanya “keluar dari zona nyaman”, kok pulang?

Keluar dari zona nyaman itu artinya merevolusi diri dengan keluar dari zona nyaman itu untuk melatih diri dengan cara hidup di “suatu tempat yang jauh dari jangkauan zona nyaman kita kemarin”. Bukan berarti gak pulang sama sekali.

Kayak aku. Aku menemukan pelajaran sangat berharga di rantau, Tiongkok. Karenanya aku milih kuliah di Tiongkok. Aku pulang kampung setahun sekali.

Nah ketika pulang itulah ilmu ini dapat diterapkan gaes…

Kamu pulang kampung dari Tiongkok ke Indonesia bawa koper lumayan besar to… Meskipun gak besar-besar banget. Artinya, ada bagasi yang kamu bawa.

Pilih maskapai penerbangan yang menyediakan fasilitas bagasi 30 kg. Barang bawaan bagasi sendiri isilah maksimal 20 kg saja. Kalau perlu kurang dari itu.

Nah, kan ada sisa 10 kg tuh koper bagasi kamu..

Buat apaan?

Isi dengan barang milik orang lain yang membutuhkan “bantuan” membawakan barang dari Tiongkok ke Indonesia. Biasanya ini barang oleh-oleh orang tersebut tetapi dia / mereka kekurangan bagasi.

Nah, kita bisa menampung barang orang tersebut di “slot 10 kg bagasi kita”.

Tentunya “nitip” ini tidak gratis gaess… Ada ongkos (fee) nya lho.. Ini bukan matre, tapi lumrah. Ongkos dibuat atas dasar kesepakatan. Umumnya biaya nitip dipatok 50 – 60 RMB per kg. Jika kamu dapat “orderan” titipan sebanyak 10 kg kan lumayan… Hitung sendiri dah.. hehe..

Sesampai di tanah air, kamu kirim lah barang-barang tersebut ke alamat yang diberikan oleh si penitip tadi. Selesai.

Kembali ke Tiongkok lagi, ulangi modus ini untuk menerima “jasa titipan” dari Indonesia ke Tiongkok.. Sama, 10 kg juga. Lebih juga boleh, terserah kamu aja.

Setidaknya, Tiongkok – Indonesia PP kamu dah ngantongin, eh ngisi gizi ATM kamu dengan 1.200 RMB atau sekitar Rp. 1,2 juta. Lumayan kan…

Iya tapi itu kan setahun sekali dapetnya… 🙁

Iya laah… Namanya juga ilmu level 1… hehe… 🙂

Ntar kalau mau yang gedean, yang level 2…

Buat latihan, ini dulu yaa…..

Kalau udah berpengalaman, ntar ningkat deh ilmunya… Amalkan ilmu yang level 2 ntar…

Kamu juga boleh pulang kampung 1 semester  sekali kok. Kalau mau. Memanfaatkan liburan akhir semester. Lumayan, anggap aja dapat “tiket pesawat bersubsidi”… hehe..

Atau kalau dirasa berat, ya setahun sekali lah pulkamnya…

Oh ya gaes… ilmu ini tadi “nama resmi”-nya adalah “jasa titip” atau “jastip”.

Variasi modus lain dari jastip selain menampung titipan barang orang lain adalah “membawakan titipan” barang yang dipesan oleh teman atau saudara yang ada di Indonesia. Mereka kadang nitip dibelikan barang-barang Tiongkok yang terkenal murah tapi bagus. Nah, titipan barang itu bawalah ketika kamu pulang kampung.

Atau kalau kamu belum pulang, titipkan barang itu ke temanmu yang sedang mau pulang. Ini kamu yang bayar ongkos jastipnya ke temanmu yang pulkam itu. Tapi kamu yang dapat untung dari penjualan barang yang dipesan temanmu atau saudaramu dari Indonesia tadi.

Contoh barang bisa diintip di sini yah… IG @minejastip.id

Kebayang?

Ini dulu ya….

Naah.. sebelum lanjut ke ilmu berikutnya, coba cek lagi pengalamanmu ya ketika sudah praktekin ilmu ini. Ada pelajaran apa kira-kira…

Kalau udah, boleh lanjut deh… ke level 2 nya..

Ntar lanjut ke ilmu level 2 nya yang akan kuterbitin di episode berikutnya: “Tips Hidup Mandiri dan Kreatif di Rantau Episode 3”.

Nantikan tayangnya ya gaes…  

kuliah di tiongkok

 

 

 

 

Tips Hidup Mandiri dan Kreatif di Rantau Episode 1

Tips Hidup Mandiri dan Kreatif di Rantau Episode 1

Anak rantau, anak kos, anak kuliah, dimana pun, apalagi di luar negeri, membutuhkan daya ketahanan hidup (survivalitas) yang mumpuni agar pertahanan negara, eh, pertahanan diri makin kuat. Ketahanan diri ini berkaitan dengan ketahanan mental juga. Dan ketahanan mental sangat diperlukan dalam kehidupan kita, yakni untuk menumbuhkan sikap mental gigih, ulet dan tidak mudah menyerah. Kamu pinter tapi mentalmu lembek ya kacau. Ya kan… Hidup mandiri dan kreatif di rantau, adalah cara efektif untuk melatih ketahanan mental.

Ketahanan mental lebih dibutuhkan daripada kepintaran atau kecerdasan.

Bukan berarti pinter dan otak cerdas itu gak penting. Ya penting. Tapi, ketahanan mental, lebih penting. Banyak contoh kisah nyata orang sukses dari modal ulet dan gak gampang menyerah walaupun “otaknya pas pasan”. Dan kisah orang yang suksesnya lama, tak kunjung sukses bahkan gagal sukses, walaupun terkenal pinter “hanya” karena gampang menyerah.

Nah… Mental yang kuat dan tangguh, lebih cepat terlatih di arena baru yang menantang, jauh dari lingkungan nyaman, misalnya keluarga. Ini untuk melatih mental. Keluarlah dari zona nyamanmu! Pergilah jauh dari zona nyamanmu untuk melatih mentalmu. Mental yang tahan banting, tahan uji, tahan goncangan. Karena dunia tidaklah ramah bagi penduduknya, kawan.

Dan itu paling efektif jika kamu “keluar jauh dari jangkauan” zona nyamanmu!

Pilihannya adalah: kuliah di luar negeri!

Inilah salah satu alasanku kenapa aku milih luar negeri untuk kuliahku. Bagiku kuliah tak hanya urusan cari ilmu di bangku kuliah, tapi juga urusan melatih ilmu itu di luar bangku dan ruang kuliah. Termasuk melath ketahanan mental tadi itu. Ya, aku melatihnya dalam waktu yang sama, ya ketika kuliah itu. Dan sasana “pelatihan” yang efektif adalah luar negeri.  Di atas udah kujelasin.

Kuliah di luar negeri? Wow… mahal booo….

Wait…

Tergantung luar negerinya mana. Pengalamanku membuktikan, tidak demikian.

Aku milih Tiongkok.

Tiongkok, adalah luar negeri yang tidak mahal bagi para pembelajar ilmu. Dari tahun ke tahun anak-anak Indonesia berdatangan ke Tiongkok untuk belajar, kuliah di sana. Di tulisanku yang lain, aku akan bagikan pengalamanku hidup di Tiongkok, dengan biaya berapa aku berangkat, dengan biaya berapa aku hidup di Tiongkok serta dari mana aku memperoleh uang untuk biaya hidup itu.

Tulisan yang ini adalah tips dan trik untuk hidup kreatif dan mandiri di tanah rantau Tiongkok. Ini sangat penting bagi anak kos, anak rantau.

Hidup mandiri dan kreatif ini kalau diterjemahkan secara kontekstual adalah bisa hidup layak tanpa menguras isi rekening malah nambahin.

Nah, level paling rendahan adalah bisa makan gratis di mana-mana, dengan cara terhormat dan tetap bermartabat. Jangan keliru lho kawan… hehe…

Disclaimer: tips ini merupakan kesimpulan dari pengalamanku, yang ternyata bisa disimpulkan sebagai “tips n trik 1” berikut ini. Walaupun dasar berpikirku dan motivasiku waktu itu tidak sengaja untuk cari gratisan. Dan, tips ini bisa berlaku untuk kalian bisa tidak. Tergantung kalian sih.

Ini Tips n Trik 1: Makan Gratis Secara Terhormat

Gini… ini pengalamanku.. pengalaman yang terjadi pada tahun 2014 – 2015. Aku tu orangnya seneng berkawan dan ngebantu kawan-kawan tanpa pamrih… ciee… Lho bener… (awas tu ada ada udang di balik piring tu… ). Hush.. Gini lho… Tulisan ini memang terinspirasi oleh ketidaksengajaan. Aku kan suka berkawan nih.. Suka nyapa orang… Akhirnya kawanku banyak. Kuliahku di Chongqing, terkenal sebagai “kota pelajar”, karena lokasinya juah dari sebutan kota ramai dan kota besar semacam Shanghai atau Guangzhou. Chongqing ini kota berpenduduk terpadat di Tiongkok.

Kawan-kawanku tak hanya anak-anak Indonesia, juga dari negara lain seperti India, Denmark, dll. Aku suka bantuin belajar ekstra teman-teman India dalam hal bahasa Mandarin dan wushu. Oh ya, di kampus-kampus Tiongkok, pada semester awal ada mata kuliah olahraga yang antara lain ada wushu-nya. Kebetulan selama di Indonesia sejak SD aku dah ikut klub bela diri yang dasar jurusnya mirip wushu. Jadi ketika ada mata kuliah wushu aku tak ada kesulitan, bahkan sering diminta laoshi untuk mengajar kawan-kawan ketika latihan.

Nah di luar kuliah, aku sering diminta teman-teman untuk ngajarin mereka jurus-jurus wushu itu. Eh besoknya, tak kusangka dan tak kuduga, mereka ngundang aku makan-makan… Dan ini sering… Lumayaaan…. hehe… Alhamdulillaah…

Dalam hal bahasa Mandarin juga demikian. Walau aku gak jago bahasa Mandarin aku sering diminta ngajarin. Kubilang, ini belajar bersama. Lumayan kan, hitung-hitung aku juga ikut belajar. Kan bahasa itu belajarnya ya digunakan omong. Ketika belajar bareng itulah  aku juga sekalian belajar. Karena aku dikira “mengajar” oleh kawan-kawan, tentu aku bikin persiapan materi biar gak malu kalau salah. Nah, belajar pula jadinya. Belajar bahasa jadi makin asyik deh…

Eh… tak kusangka, habis belajar bareng, makan-makan… Dan aku gak boleh bayar… Lhah… Terpaksa urung deh buka dompet… (padahal dalem hati, moga-moga dibayarin… hahaha…. hush..)

Nah sodara…

Apa-apa yang ada di dalam diri kita, yakni kemampuan kita, bisa kita dayagunakan untuk menolong kehidupan kita.

Contohnya ya tadi itu. Aku bisa “wushu” (aslinya bukan wushu yang kupelajari di Indonesia sejak SD itu, tetapi Rotakula, bela diri asal India) dan bahasa Mandarin. Bisa kupakai sebagai “alat survival” secara tidak sengaja hehe…

So.. kawan.. sedini mungkin, buatlah semacam “keahlian” kecil-kecilan pada dirimu kawan.. Kamu suka apa, pelajari itu, perdalam itu. Keahlian inilah yang bakal menolong kita, walaupun “cuma” urusan mengisi perut.

Nah dari aktivitas ini aku tu dah bisa menghemat cukup lumayan…

Duit yang sedianya untuk anggaran makan, gak jadi keluar, untuk apa? Ya disimpan… Kadang berguna untuk alokasi kebutuhan lain yang penting.

Itu tadi Tips n Trik 1 sub 1: makan gratis seara terhormat dengan cara ikhlas ngebantu kawan, dibales dengan traktiran.

Ini Tips & Triks 1 sub 2, yakni “cari makan gratis” dengan aktif di organisasi mahasiswa.

Cara kedua dalam hal mencari suaka perut adalah dengan aktif di organisasi kemahasiswaan, yang di situ jelas ada unsur konsumsinya. Kita juga modal sih, bisa pakai alokasi anggaran tak terpakai hasil usaha kayak di point 1 di atas. Jelas ya…

Selama aktif di organisasi, selama itu pula kita makin akrab dengan kawan-kawan. Banyak kawan banyak rejeki. Rejeki itu bukan cuman urusan makan lho gaes…  Itulah falsafah hidup yang terbukti dan teruji.

Kalau di tempat kuliahku, aku gabung di Perhimpunan Pelajar Indonesia Tiongkok (PPIT). Aku pernah jadi ketua di tingkat cabang yakni di tingkat kota tempat kampusku berada. Kini aku pengurus di PPIT tingkat nasional. Jadi wilayah jangkauan dan daya jelajahku makin luas nih…

Aku suka beraktivitas di organisasi ini. Bisa berkesempatan ngebantuin kawan-kawan baru, para yunior dari Indonesia yang baru tiba di Tiongkok. Dan itu bisa membuatku mengunjungi daerah-daerah lain di Tiongkok di mana mahasiswa asal Indonesia berada. Tentang yang ini, ntar kutulis tersendiri aja.. Pengalamanku di organisasi ini.

Catat ya.. di sini ilmu survival kita meningkat dari sub 1 di atas, jadi gak sekedar urusan “makan gratisan” lho ya…. Survival di level ini lebih tinggi derajatnya.. hehe… Yakni menambah jaringan pertemanan. Jaringan pertemanan ini sebuah aset lho kawan… Kan dari awal dah kutulis, aku tu dari sononya emang suka banget berkawan, cari kawan baru…. Dunia sepi tanpa kawan..

Kawan…

Berbagi itu indah. Itu benar lho.. Kita melakukan sesuatu yang baik, maka dapat baik pula. Kawan makin banyak. Kebaikan makin banyak.

Ini dulu..

Tulisan mendatang kubagiin Tips n Trik 2 ya..

Yang ini kan Tips n Trik 1: Makan Gratis Secara Terhormat sebagai ilmu level rendahan dari Ilmu Hidup Mandiri dan Kreatif di Rantau.

Tips n Triks 2 nanti adalah ilmu level menengah. Lebih donk dari “sekadar” urusan ngisi perut hehe… Apa itu?

Tunggu ya kawan…

kuliah di tiongkok

 

  • Terms of Service
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Copyright 2017 KuliahTiongkok.com
Design By: ZonaWeb.Co.Id

Perlu Bantuan? Silakan Chat Kami

Hallo. Selamat Datang di Website KuliahTiongkok.com. Silakan chat Customer Support kami di sini.

Bagian Penjemputan & Perbantuan di Tiongkok

Nikko

Online

Bagian Pendaftaran & Administrasi

Wawan

Online

Nikko

Hallo, saya Nikko. Ada yang bisa saya bantu terkait PENJEMPUTAN & PERBANTUAN DI TIONGKOK? 00.00

Wawan

Hallo, saya Wawan. Ada yang bisa saya bantu terkait PENDAFTARAN & ADMINISTRASI? 00.00