Mengupas Kisah Gagal Dari Para CEO Sukses Indonesia

Mengupas Kisah Gagal Dari Para CEO Sukses Indonesia

Kamu suka dan sering baca atau dengar kisah orang-orang sukses, orang-orang kaya, orang-orang pintar, dsb? Atau apapun ukuran sukses itu. Suka mempelajari rahasia sukses mereka? Bagaimana mereka membuat kesuksesan itu? Tentu bukan merupakan rejeki nomplok yang datang tiba-tiba bukan? Tentu ada proses perjuangan yang mendahuluinya. Tahukah kamu bahwa di balik sukses mereka ada kisah gagal yang bahkan seringkali membelit mereka? Sadarkah kamu bahwa dengan mempelajari, mengupas kisah gagal dari para orang sukses itu merupakan gerbang pembelajaran yang amat berharga? Yuk, bareng saya mengupas kisah gagal dari para CEO sukses Indonesia!

Kalau biasanya kamu sering lihat, baca, dengar “Mengupas Kisah Sukses Orang-Orang Sukses”, kini kita “Mengupas Kisah Gagal Orang-Orang Sukses di Indonesia”!
Kita belajar dari “kegagalan” mereka, bagaimana mereka bangkit dari kegagalan dan mengelola situasi dan sumberdaya yang ada ketika mereka gagal, sehingga mereka menjadi sukses. Ini lebih penting gaess!
Yuk simak pengalaman Ahmad Zaky (tahu kan), Dian Sastro, Kevin Aluwi (start up) di video ini.
Host-nya gak kalah “horor” lhoh gaes… Beliau adalah Bapak ACT, alias Ahmad Chairul Tanjung. Kenal kan… Ya, “Si Anak Singkong” yang kini menjadi orang terkaya nomor 5 Indonesia!
Oke gaess… selamat belajar dari mereka. Semoga kamu makin sukses…

Apa kesimpulanmu gaess… Apakah yang harus kamu persiapkan, latihkan dan miliki, untuk menjadi orang sukses? Untuk menjadikan kamu makin sukses? Kecerdasan? Kepandaian? Keberanian? Keuletan? Ketangguhan? Kegigihan?

Bagaimana kamu melatih itu semua? Benarkah kata Ahmad  Zaky bahwa “kuliah tidak banyak memberi arti atau sumbangsih kesuksesan”? Yuk kita diskusikan di komentar ya gaes… Ahmad Zaky bisa jadi benar jika kita kuliah cuma sekedar “daripada bengong di kampung” malu ama tetangga, sehingga ketika kuliah hanya “formalitas” dengan 3K: ke Kampus – Kantin – Kos-kosan hehe…. Yang penting lulus dapat ijazah… Habis lulus bingung en bengong lagi hehe…

Menurut gw sih, kuliah merupakan ‘sarana’ aja untuk mendukung misi kita, minat kita, apa yang hendak kita kuasai dan latih. Dosen dan teman kuliah adalah konsultan dan ‘sparing partner’, mitra latih kita. Jadi emang tak lepas dari desain study, desain belajar atau desain pembelajaran kita sendiri gaess… Setting-lah desain study atau desain belajar atau desain pembelajaran kamu, pilih cara belajar atau cara berlatih yang sesuai.

Jika kamu kuliah, pastikan bahwa kuliah kamu itu untuk mengasah dan melatih kemampuan atau calon keahlian kamu (kan belum ahli ni ceritanya… baru pengen jadi ahli… ahlinya ahli.. hehe…).

Barulah kamu pilih kuliah jurusan apa dan di mana. Fasilitas kampusnya kayak gimana, situasi dan lingkungan tempat hidupnya kampus kayak gimana, kondusif gak untuk belajar dan berlatih ilmu. Karena semua pergaulan kamu di kampus, di luar kampus dll, adalah pembelajaran.

Jika menengok video di atas, kunci sukses mereka semua adalah kreativitas yang didukung keberanian dan ketangguhan.

“Kuliah membentuk cara berpikir yang sangar berguna bagi pengembangan kreativitas menuju kesuksesan”, demikian kata ACT.

Bagaimana menempa dan melatih keberanian dan ketangguhan? Jangan lemah dan cengeng! Ya mesti aja… hehe…

Kunci melatih keberanian dan ketangguhan: “Keluarlah dari zona nyaman”!

Keenakan berada di zona nyaman hanya akan melengahkanmu, membunuh keberanian dan ketangguhanmu!

Dan dalam membina skills, ada baiknya kamu memperhatikan situasi dan kondisi jaman. Pilih bidang yang laku di era milenial ini. Juga, situasi dan kondisi pasar kerja, dunia kerja, dunia industri dan dunia bisnis harus diperhatikan pula.

Tips Hidup Mandiri dan Kreatif di Rantau Episode 3

Tips Hidup Mandiri dan Kreatif di Rantau Episode 3

Kita lanjutin ya.. obrolan di episode 2, Tips Hidup Mandiri dan Kreatif di Rantau Episode 2. Di episode 2 lalu, dah kubahas tentang nggemukin rekening dengan ilmu level 1. Di tulisan ini yang kubahas adalah penggemukan rekening anak rantau dalam waktu yang lebih pendek. Hasil juga lumayan laah…

Masih ingat kan… Ini bukan bekerja lho… Ini cuma main-main aja.. Di episode lalu, main-mainnya adalah sambil pulkam, maka di lvel 2 ini, main-mainnya selama berada di Tiongkok.

Modusnya mirip episode 2 sih, yakni “main-main” sama barang Tiongkok yang sangat digemari di Indonesia karena harganya yang murah namun barangnya bagus.

Di episode lalu kan barang itu ngikut koper kita ketika kita pulkam. Nah kini, barang itu pulkam sendiri, kitanya gak ikut pulang, juga gak dititipin teman yang pulkam. Lho gimana? Ya kita kirim dari Tiongkok.

Nah… untuk awal, kamu mungkin kesulitan ngirim barang dari Tiongkok ke Indonesia dengan ongkos shipping yang gak begitu mahal. Sementara kamu nebeng di “shipping”-ku aja ya… Alias, aku yang bakal ngirim barang kalian dari Tiongkok ke Indonesia tanpa kalian ribet.

Kalian tetap dapat keuntungan dari jualan kalian ke Indonesia. Carilah barang-barang yang lagi diminati di Indonesia, kemudian belilah di Tiongkok, kirimkan ke Indonesia. Kamu dapat untung dari selisih harga toko di Tiongkok dengan harga jual kamu ke Indonesia. Ntar ngirimnya, serahin ke guwehh yee…. Bayar ongkos ekspedisinya ke guwehh doonk…

Nah… Kita sama-sama untung kaaan…. Asyeekk kaan…

Dah… jangan bilang-bilang yang laen yaah…. haha….

Apa? Kamu belum tahu cara cari barang di Tiongkok?

Emang siih.. masing-masing daerah di Tiongkok beda-beda kondisinya. Ada yang mudah cari barang, ada yang sulit karena jauh dari lokasi pertokoan grosir. Kalau di daerahku, Guangzhou, lebih mudah carinya. Kamu yang kuliah di Guangzhou bisa kubantu langsung.  

Apa? Belum berani bisnis kayak aku?

Gpp… Cari order aja deh… Ntar kukasih fee.. Mantap juga kaan…

Ini contoh barangnya.. silakan intip deh… IG @minejastip.id

Kalian tinggal share link IG ku itu… Ntar yang laen-laen, kita personal chat WA atau WeChat aja ya.. hehe…. (ssssttt…)

Naaa.. gimana….

Okay kaan…

Yuk.. take action NOW !

Nih tulisan boleh kulanjut ke episode berikutnya gak ya gaes…. 

Lanjut ya….

Masih banyak nih pengalamanku yang laen….

Semoga dapat menginspirasi kalian sekaligus menyemangati kalian

Hidup di rantau itu asyik… Jika kita kreatif.

Okay gaes….

Tunggu episode 4 ya….

 

kuliah di tiongkok

Tips Hidup Mandiri dan Kreatif di Rantau Episode 2

Tips Hidup Mandiri dan Kreatif di Rantau Episode 2

Kalau Tips Hidup Mandiri dan Kreatif di Rantau Episode 1 ngebahas tentang ilmu bertahan hidup pada level rendahan, maka tulisan ini, Tips Hidup Mandiri dan Kreatif di Rantau Episode 2, ngebahas ilmu bertahan hidup pada level menengah. Meningkat dikit ya kelas kita…

Kalaukamu dah baca episode 1, kamu pasti paham bahwa inti ilmu bertahan hidup ini adalah bagaimana cara hidup agar tak menguras rekening malah bisa nambah rekening. Kalau dulu istilahnya adalah “menguras isi kantong”. Kuno dah.. Zaman milenial istilahnya, “menguras isi rekening” atau “membuat ATM loyo”.

Nah, gimana cara agar rekening kita gak terkuras atau ATM kita gak loyo untuk biaya hidup di perantauan ketika kuliah di Tiongkok?

Pada ilmu level 1 dan 2 sudah kujelasin di episode 1 ya… Lumayan, cukup ampuh untuk memperpanjang masa loyo ATM.

Nah Ilmu Bertahan Hidup di tulisan ini adalah ilmu meningkatkan stamina ATM agar tak gampang loyo. Gimana caranya? Ya di-supply gizi doonk…

Bekerja?

Ndak.

Lho…

Gini gaes…. ‘bekerja’ tidak boleh dilakukan oleh mahasiswa internasional yang sedang kuliah di Tiongkok. Artinya, “bekerja” dalam arti yang pakai ikatan kontrak kerja, ikut orang, kerja, dibayar itu lho… Nah.. kalau “melakukan sesuatu aktivitas yang dapat bernilai uang” dan itu tidak ada ikatan kontrak dengan siapapun, dan tidak mengacaukan jadual kuliah… ya tidak apa-apa.

Jelas ya…

Gimana donk caranya…

Iih.. gak sabaran banget sih…. hehe…

Ini juga ada level-levelnya lho…

Yang kubagiin ini yang level “rendahan” dulu ya… Sebut aja “Ilmu Gizi ATM Level 1” hehe…

Ilmu ini dilakukan sambil jalan. Jadi gak ngorbanin waktu kuliah sama-sekali.

Tepatnya, ilmu ini dilakukan sambil pulang. Lhoh…

Gini gaes… Kamu kan mesti pulang kampung to… Emang gak pulang? Gak kangen sama orangtua? Hehe…

Lho katanya “keluar dari zona nyaman”, kok pulang?

Keluar dari zona nyaman itu artinya merevolusi diri dengan keluar dari zona nyaman itu untuk melatih diri dengan cara hidup di “suatu tempat yang jauh dari jangkauan zona nyaman kita kemarin”. Bukan berarti gak pulang sama sekali.

Kayak aku. Aku menemukan pelajaran sangat berharga di rantau, Tiongkok. Karenanya aku milih kuliah di Tiongkok. Aku pulang kampung setahun sekali.

Nah ketika pulang itulah ilmu ini dapat diterapkan gaes…

Kamu pulang kampung dari Tiongkok ke Indonesia bawa koper lumayan besar to… Meskipun gak besar-besar banget. Artinya, ada bagasi yang kamu bawa.

Pilih maskapai penerbangan yang menyediakan fasilitas bagasi 30 kg. Barang bawaan bagasi sendiri isilah maksimal 20 kg saja. Kalau perlu kurang dari itu.

Nah, kan ada sisa 10 kg tuh koper bagasi kamu..

Buat apaan?

Isi dengan barang milik orang lain yang membutuhkan “bantuan” membawakan barang dari Tiongkok ke Indonesia. Biasanya ini barang oleh-oleh orang tersebut tetapi dia / mereka kekurangan bagasi.

Nah, kita bisa menampung barang orang tersebut di “slot 10 kg bagasi kita”.

Tentunya “nitip” ini tidak gratis gaess… Ada ongkos (fee) nya lho.. Ini bukan matre, tapi lumrah. Ongkos dibuat atas dasar kesepakatan. Umumnya biaya nitip dipatok 50 – 60 RMB per kg. Jika kamu dapat “orderan” titipan sebanyak 10 kg kan lumayan… Hitung sendiri dah.. hehe..

Sesampai di tanah air, kamu kirim lah barang-barang tersebut ke alamat yang diberikan oleh si penitip tadi. Selesai.

Kembali ke Tiongkok lagi, ulangi modus ini untuk menerima “jasa titipan” dari Indonesia ke Tiongkok.. Sama, 10 kg juga. Lebih juga boleh, terserah kamu aja.

Setidaknya, Tiongkok – Indonesia PP kamu dah ngantongin, eh ngisi gizi ATM kamu dengan 1.200 RMB atau sekitar Rp. 1,2 juta. Lumayan kan…

Iya tapi itu kan setahun sekali dapetnya… 🙁

Iya laah… Namanya juga ilmu level 1… hehe… 🙂

Ntar kalau mau yang gedean, yang level 2…

Buat latihan, ini dulu yaa…..

Kalau udah berpengalaman, ntar ningkat deh ilmunya… Amalkan ilmu yang level 2 ntar…

Kamu juga boleh pulang kampung 1 semester  sekali kok. Kalau mau. Memanfaatkan liburan akhir semester. Lumayan, anggap aja dapat “tiket pesawat bersubsidi”… hehe..

Atau kalau dirasa berat, ya setahun sekali lah pulkamnya…

Oh ya gaes… ilmu ini tadi “nama resmi”-nya adalah “jasa titip” atau “jastip”.

Variasi modus lain dari jastip selain menampung titipan barang orang lain adalah “membawakan titipan” barang yang dipesan oleh teman atau saudara yang ada di Indonesia. Mereka kadang nitip dibelikan barang-barang Tiongkok yang terkenal murah tapi bagus. Nah, titipan barang itu bawalah ketika kamu pulang kampung.

Atau kalau kamu belum pulang, titipkan barang itu ke temanmu yang sedang mau pulang. Ini kamu yang bayar ongkos jastipnya ke temanmu yang pulkam itu. Tapi kamu yang dapat untung dari penjualan barang yang dipesan temanmu atau saudaramu dari Indonesia tadi.

Contoh barang bisa diintip di sini yah… IG @minejastip.id

Kebayang?

Ini dulu ya….

Naah.. sebelum lanjut ke ilmu berikutnya, coba cek lagi pengalamanmu ya ketika sudah praktekin ilmu ini. Ada pelajaran apa kira-kira…

Kalau udah, boleh lanjut deh… ke level 2 nya..

Ntar lanjut ke ilmu level 2 nya yang akan kuterbitin di episode berikutnya: “Tips Hidup Mandiri dan Kreatif di Rantau Episode 3”.

Nantikan tayangnya ya gaes…  

kuliah di tiongkok

 

 

 

 

Tips Hidup Mandiri dan Kreatif di Rantau Episode 1

Tips Hidup Mandiri dan Kreatif di Rantau Episode 1

Anak rantau, anak kos, anak kuliah, dimana pun, apalagi di luar negeri, membutuhkan daya ketahanan hidup (survivalitas) yang mumpuni agar pertahanan negara, eh, pertahanan diri makin kuat. Ketahanan diri ini berkaitan dengan ketahanan mental juga. Dan ketahanan mental sangat diperlukan dalam kehidupan kita, yakni untuk menumbuhkan sikap mental gigih, ulet dan tidak mudah menyerah. Kamu pinter tapi mentalmu lembek ya kacau. Ya kan… Hidup mandiri dan kreatif di rantau, adalah cara efektif untuk melatih ketahanan mental.

Ketahanan mental lebih dibutuhkan daripada kepintaran atau kecerdasan.

Bukan berarti pinter dan otak cerdas itu gak penting. Ya penting. Tapi, ketahanan mental, lebih penting. Banyak contoh kisah nyata orang sukses dari modal ulet dan gak gampang menyerah walaupun “otaknya pas pasan”. Dan kisah orang yang suksesnya lama, tak kunjung sukses bahkan gagal sukses, walaupun terkenal pinter “hanya” karena gampang menyerah.

Nah… Mental yang kuat dan tangguh, lebih cepat terlatih di arena baru yang menantang, jauh dari lingkungan nyaman, misalnya keluarga. Ini untuk melatih mental. Keluarlah dari zona nyamanmu! Pergilah jauh dari zona nyamanmu untuk melatih mentalmu. Mental yang tahan banting, tahan uji, tahan goncangan. Karena dunia tidaklah ramah bagi penduduknya, kawan.

Dan itu paling efektif jika kamu “keluar jauh dari jangkauan” zona nyamanmu!

Pilihannya adalah: kuliah di luar negeri!

Inilah salah satu alasanku kenapa aku milih luar negeri untuk kuliahku. Bagiku kuliah tak hanya urusan cari ilmu di bangku kuliah, tapi juga urusan melatih ilmu itu di luar bangku dan ruang kuliah. Termasuk melath ketahanan mental tadi itu. Ya, aku melatihnya dalam waktu yang sama, ya ketika kuliah itu. Dan sasana “pelatihan” yang efektif adalah luar negeri.  Di atas udah kujelasin.

Kuliah di luar negeri? Wow… mahal booo….

Wait…

Tergantung luar negerinya mana. Pengalamanku membuktikan, tidak demikian.

Aku milih Tiongkok.

Tiongkok, adalah luar negeri yang tidak mahal bagi para pembelajar ilmu. Dari tahun ke tahun anak-anak Indonesia berdatangan ke Tiongkok untuk belajar, kuliah di sana. Di tulisanku yang lain, aku akan bagikan pengalamanku hidup di Tiongkok, dengan biaya berapa aku berangkat, dengan biaya berapa aku hidup di Tiongkok serta dari mana aku memperoleh uang untuk biaya hidup itu.

Tulisan yang ini adalah tips dan trik untuk hidup kreatif dan mandiri di tanah rantau Tiongkok. Ini sangat penting bagi anak kos, anak rantau.

Hidup mandiri dan kreatif ini kalau diterjemahkan secara kontekstual adalah bisa hidup layak tanpa menguras isi rekening malah nambahin.

Nah, level paling rendahan adalah bisa makan gratis di mana-mana, dengan cara terhormat dan tetap bermartabat. Jangan keliru lho kawan… hehe…

Disclaimer: tips ini merupakan kesimpulan dari pengalamanku, yang ternyata bisa disimpulkan sebagai “tips n trik 1” berikut ini. Walaupun dasar berpikirku dan motivasiku waktu itu tidak sengaja untuk cari gratisan. Dan, tips ini bisa berlaku untuk kalian bisa tidak. Tergantung kalian sih.

Ini Tips n Trik 1: Makan Gratis Secara Terhormat

Gini… ini pengalamanku.. pengalaman yang terjadi pada tahun 2014 – 2015. Aku tu orangnya seneng berkawan dan ngebantu kawan-kawan tanpa pamrih… ciee… Lho bener… (awas tu ada ada udang di balik piring tu… ). Hush.. Gini lho… Tulisan ini memang terinspirasi oleh ketidaksengajaan. Aku kan suka berkawan nih.. Suka nyapa orang… Akhirnya kawanku banyak. Kuliahku di Chongqing, terkenal sebagai “kota pelajar”, karena lokasinya juah dari sebutan kota ramai dan kota besar semacam Shanghai atau Guangzhou. Chongqing ini kota berpenduduk terpadat di Tiongkok.

Kawan-kawanku tak hanya anak-anak Indonesia, juga dari negara lain seperti India, Denmark, dll. Aku suka bantuin belajar ekstra teman-teman India dalam hal bahasa Mandarin dan wushu. Oh ya, di kampus-kampus Tiongkok, pada semester awal ada mata kuliah olahraga yang antara lain ada wushu-nya. Kebetulan selama di Indonesia sejak SD aku dah ikut klub bela diri yang dasar jurusnya mirip wushu. Jadi ketika ada mata kuliah wushu aku tak ada kesulitan, bahkan sering diminta laoshi untuk mengajar kawan-kawan ketika latihan.

Nah di luar kuliah, aku sering diminta teman-teman untuk ngajarin mereka jurus-jurus wushu itu. Eh besoknya, tak kusangka dan tak kuduga, mereka ngundang aku makan-makan… Dan ini sering… Lumayaaan…. hehe… Alhamdulillaah…

Dalam hal bahasa Mandarin juga demikian. Walau aku gak jago bahasa Mandarin aku sering diminta ngajarin. Kubilang, ini belajar bersama. Lumayan kan, hitung-hitung aku juga ikut belajar. Kan bahasa itu belajarnya ya digunakan omong. Ketika belajar bareng itulah  aku juga sekalian belajar. Karena aku dikira “mengajar” oleh kawan-kawan, tentu aku bikin persiapan materi biar gak malu kalau salah. Nah, belajar pula jadinya. Belajar bahasa jadi makin asyik deh…

Eh… tak kusangka, habis belajar bareng, makan-makan… Dan aku gak boleh bayar… Lhah… Terpaksa urung deh buka dompet… (padahal dalem hati, moga-moga dibayarin… hahaha…. hush..)

Nah sodara…

Apa-apa yang ada di dalam diri kita, yakni kemampuan kita, bisa kita dayagunakan untuk menolong kehidupan kita.

Contohnya ya tadi itu. Aku bisa “wushu” (aslinya bukan wushu yang kupelajari di Indonesia sejak SD itu, tetapi Rotakula, bela diri asal India) dan bahasa Mandarin. Bisa kupakai sebagai “alat survival” secara tidak sengaja hehe…

So.. kawan.. sedini mungkin, buatlah semacam “keahlian” kecil-kecilan pada dirimu kawan.. Kamu suka apa, pelajari itu, perdalam itu. Keahlian inilah yang bakal menolong kita, walaupun “cuma” urusan mengisi perut.

Nah dari aktivitas ini aku tu dah bisa menghemat cukup lumayan…

Duit yang sedianya untuk anggaran makan, gak jadi keluar, untuk apa? Ya disimpan… Kadang berguna untuk alokasi kebutuhan lain yang penting.

Itu tadi Tips n Trik 1 sub 1: makan gratis seara terhormat dengan cara ikhlas ngebantu kawan, dibales dengan traktiran.

Ini Tips & Triks 1 sub 2, yakni “cari makan gratis” dengan aktif di organisasi mahasiswa.

Cara kedua dalam hal mencari suaka perut adalah dengan aktif di organisasi kemahasiswaan, yang di situ jelas ada unsur konsumsinya. Kita juga modal sih, bisa pakai alokasi anggaran tak terpakai hasil usaha kayak di point 1 di atas. Jelas ya…

Selama aktif di organisasi, selama itu pula kita makin akrab dengan kawan-kawan. Banyak kawan banyak rejeki. Rejeki itu bukan cuman urusan makan lho gaes…  Itulah falsafah hidup yang terbukti dan teruji.

Kalau di tempat kuliahku, aku gabung di Perhimpunan Pelajar Indonesia Tiongkok (PPIT). Aku pernah jadi ketua di tingkat cabang yakni di tingkat kota tempat kampusku berada. Kini aku pengurus di PPIT tingkat nasional. Jadi wilayah jangkauan dan daya jelajahku makin luas nih…

Aku suka beraktivitas di organisasi ini. Bisa berkesempatan ngebantuin kawan-kawan baru, para yunior dari Indonesia yang baru tiba di Tiongkok. Dan itu bisa membuatku mengunjungi daerah-daerah lain di Tiongkok di mana mahasiswa asal Indonesia berada. Tentang yang ini, ntar kutulis tersendiri aja.. Pengalamanku di organisasi ini.

Catat ya.. di sini ilmu survival kita meningkat dari sub 1 di atas, jadi gak sekedar urusan “makan gratisan” lho ya…. Survival di level ini lebih tinggi derajatnya.. hehe… Yakni menambah jaringan pertemanan. Jaringan pertemanan ini sebuah aset lho kawan… Kan dari awal dah kutulis, aku tu dari sononya emang suka banget berkawan, cari kawan baru…. Dunia sepi tanpa kawan..

Kawan…

Berbagi itu indah. Itu benar lho.. Kita melakukan sesuatu yang baik, maka dapat baik pula. Kawan makin banyak. Kebaikan makin banyak.

Ini dulu..

Tulisan mendatang kubagiin Tips n Trik 2 ya..

Yang ini kan Tips n Trik 1: Makan Gratis Secara Terhormat sebagai ilmu level rendahan dari Ilmu Hidup Mandiri dan Kreatif di Rantau.

Tips n Triks 2 nanti adalah ilmu level menengah. Lebih donk dari “sekadar” urusan ngisi perut hehe… Apa itu?

Tunggu ya kawan…

kuliah di tiongkok

 

Kisah Petani dan Kuda

Kisah Petani dan Kuda

Kisah Dari Tiongkok Lama

Alkisah…

Seorang petani tua dan seekor kudanya, di sebuah pedesaan di Tiongkok… pada zaman dahulu….

Pada suatu hari, kuda itu lari, menghilang di pegunungan… Semua tetangga berbela sungkawa… berempati sambil mengasihani si petani sambil beranggapan bahwa nasib buruk sedang menimpa si petani…

Si petani menjawab: Nasib buruk? Nasib baik? Siapa tahu?

Seminggu kemudian kuda itu pulang sambil membawa teman-temannya (kuda juga tentunya), sekawanan kuda liar, puluhan ekor banyaknya…. Para tetangga mengucapkan selamat kepada si petani karena si petani dianggap beruntung…

Gumam si petani: Nasib baik? Nasib buruk? Siapa tahu?

Kemudian, anak si petani mencoba menjinakkan salah seekor dari kuda liar itu, ia terjatuh dari punggung kuda dan patah kakinya. Semua orang merasa kali ini sungguh nasib malang menimpa si petani !

Tidak demikian dengan anggapan si petani. Tanggapannya: “Nasib buruk? Nasib baik? Siapa tahu?”

Beberapa minggu kemudian setelah peristiwa itu, masuklah serombongan tentara ke desa si petani. Mereka mendaftar semua orang muda yang sehat dan tidak cacat, untuk diikutkan wajib militer !

Ketika mereka melihat seorang pemuda yang patah kaki, mereka melepaskan pemuda itu.

Apakah itu nasib baik? Nasib buruk? Siapa tahu?

Sumber: Anthony de Mello, “Sejenak Bijak”.

Setiap hal, sepintas tampaknya buruk, bisa jadi (menjadi) baik setelahnya atau baik secara terselubung. Demikian juga sebaliknya. Dan peristiwa ini terjadi berterusan, bentur membentur membentuk jalinan peristiwa ke depan yang tak bisa divonis begitu saja.

Peristiwa di kehidupan ini tidak pernah terjadi sebagai “kejadian tunggal”. Ia hadir senantiasa bersinggungan dengan peristiwa lain. Kadang ia merupakan penyebab dari peristiwa berikutnya. Baik atau buruk hanyalah penilaian pikiran. Hanyalah ‘persepsi’!

Bersama dengan peristiwa (yang kita anggap) “buruk”, selalu ada ‘peristiwa baik’ (yang boleh jadi kita belum tahu).

Coba deh inget-inget… Dan juga, sebaliknya. Bersama dengan kejadian (yang kita anggap) “baik, menguntungkan”, boleh jadi mengandung peluang “keburukan” (yang juga kita tidak tahu).

Karena itulah kawan, kita tak boleh berterusan sedih, juga tak boleh berterusan gembira, apalagi sampai pongah. Waspadalah ! Waspada is the best policy, kawan!

Karena yang biasanya terjadi pada pikiran kita adalah: kita membuat persepsi atas peristiwa yang terjadi pada kita. Dan, keburu membuat kesimpulan, dan penghakiman!

Semua hanya bikinan dan tergantung persepsi (dan reaksi) kita terhadap hal-hal (yang kita persepsi sebagai) “baik” atau “buruk” tersebut. Karena ihwal yang kita lihat, dengar dan rasakan sesungguhnya hasil refleksi kita ke dalam pikiran, yang tercipta ke dalam pikiran, yang disebut “realitas internal”.

Realitas eksternal (dunia yang kita lihat), sesungguhnya adalah jelmaan dari ‘realitas internal’, yakni akumulasi persepsi-persepsi, yang kemudian menentukan reaksi selanjutnya.

Ya. Dunia hanyalah sekumpulan persepsi!

Sumber gambar ilustrasi: https://medium.com
Artikel ini pernah dimuat di www.MiracleWays.com

 

Lha yang di bawah ini adalah “Kisah Dari Tiongkok Lama” juga. Karya Kho Ping Hoo. Suka?

 

SERIAL PULAU ES

  1. Bu Kek Siansu
  2. Suling Emas
  3. Cinta Bernoda Darah
  4. Mutiara Hitam
  5. Istana Pulau Es
  6. Pendekar Bongkok
  7. Pendekar Super Sakti
  8. Sepasang Pedang Iblis
  9. Kisah Sepasang Rajawali
  10. Jodoh Rajawali
  11. Suling Emas dan Naga Siluman
  12. Kisah Para Pendekar Pulau Es
  13. Suling Naga
  14. Kisah Si Bangau Putih
  15. Kisah Si Bangau Merah
  16. Si Tangan Sakti
  17. Pusaka Pulau Es
Masalah? Renaturasi Aja!

Masalah? Renaturasi Aja!

Semua orang, siapa pun dan dimana pun, pasti pernah mengalami masalah. Beda orang, beda kebutuhan, beda pula masalah yang dialami. Seiring pertumbuhan dan perkembangan diri kita, masalah yang kita alami pun bervariasi.

Ketika kecil, masalah terbesar kita biasanya berkaitan dengan permainan, entah selalu kalah setiap bermain, selalu dicurangi, dll. Ketika kita beranjak remaja pun, masalah yang dialami pun bertambah kompleks, salah satu contoh paling umum yaitu yang berkaitan dengan asmara. Entah itu bertengkar dengan pacar, ditolak gebetan, maupun baper setelah bertemu mantan yang sudah lama tidak bersua. *Ehm* Begitu pula ketika kita telah mulai menjadi manusia dewasa, masalah yang dialami bukan hanya melulu soal cinta, tetapi juga berkembang menjadi seputar pekerjaan, entah bermasalah dengan bos atau rekan kerja, atau gaji yang dirasa terlalu kecil, dan masih banyak lagi.

Intinya, selama kita hidup kita pasti menghadapi suatu kondisi yang sangat tidak menyenangkan dan selalu merugikan kita: MASALAH. Berkaitan dengan masalah, lain orang lain pula caranya menyelesaikannya.

Reaksi yang paling umum kita lakukan ketika pertama kali mengalami masalah adalah: EMOSI. Ya, percaya atau tidak, kebanyakan orang langsung naik pitam, atau berubah menjadibad moodloyo, tidak semangat, ketika pertama kali mendapat masalah. Bahkan ada yang menjadi stress dan langsung berdampak negatif terhadap pekerjaan maupun kehidupan sosialnya. Hampir tidak ada orang yang langsung tenang atau kalem-kalem saja ketika menghadapi masalah, apalagi senyam-senyum/cengengesan. Minimal pasti langsung kesal atau kecewa.

Hal tersebut sebenarnya lumrah, selama tidak terlalu berlarut-larut dalam perasaan-perasaan negatif tersebut. Selama tidak terlalu terbuai oleh emosi yang, sebenarnya, tidak membantu sama sekali dalam pemecahan masalah kita. Yaah, tentu saja tidak ada satu orang pun yang mau terus menerus berlarut-larut dalam emosi negatif tersebut. Namun apa daya, mengembalikan mood dan semangat untuk beraktivitas saja susah, apalagi mencari solusi atas permasalahan yang terjadi. Susah berkali lipat!

Namun, ternyata kunci penyelesaiannya ada di diri kita sendiri. Lebih tepatnya ada di salah satu komponen yang dimiliki oleh setiap sel kita, dan ternyata kita turunkan ke keturunan kita: DNA.

kuliah tiongkok

DNA merupakan molekul yang memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Karena di dalamnya terdapat informasi genetik, atau yang biasa disebut gen, yang menentukan ciri-ciri kita, seperti warna kulit, jenis rambut, warna mata, dll. Segala ciri-ciri yang ada di diri kita saat ini, sebagian besar berasal dari gen yang diwariskan oleh kedua orangtua kita, dan nantinya akan kita turunkan pula ke anak cucu kita.

Ketika berada di suhu yang cukup tinggi, molekul DNA akan pecah, rusak, tidak dapat berfungsi dengan baik. Namun, ketika suhu diturunkan, atau dengan kata lain, molekul DNA tersebut didinginkan, molekul-molekul DNA yang tadinya rusak bergabung kembali menjadi DNA yang utuh. Molekul DNA yang telah utuh kembali ini pun dapat berfungsi kembali.

Sama seperti DNA yang terdapat di setiap sel tubuh kita, ketika kita terlarut dalam emosi ketika menghadapi masalah, kita akan susah untuk menemukan jalan keluar dari permasalahan yang kita alami. Diri kita sedang ter’denaturasi’. Bagaimana bisa mencari jalan keluar, jika kondisi diri kita sendiri saja tidak optimal?

Namun, jika kita bersedia untuk cooling down sejenak, menenangkan diri kita sendiri walaupun untuk sekejap saja, pasti ditunjukkan jalan keluarnya. Pasti ada saja jalan atau ‘hidayah’ yang kita terima, sehingga kita dapat menyelesaikan permasalahan tersebut dengan baik. Intinya, kita harus ‘mendinginkan kepala’ kita terlebih dulu, agar diri kita ini ter-’renaturasi’ kembali, menjadi ‘satu kesatuan yang utuh’ kembali.

Cara me’renaturasi’ diri ini biasanya berbeda-beda bagi setiap orang. Ada yang melakukannya dengan beribadah, meditasi, membaca buku, main games, dan masih banyak lagi, tergantung dari kepribadiannya. Apapun cara yang ditempuh, tujuannya tetap satu: Menenangkan diri agar dapat menemukan solusi yang tepat untuk memecahkan masalah yang dihadapi.

Segala jawaban terhadap pertanyaan, keraguan, atau hal-hal lain yang mengusik kehidupan sehari-hari kita ternyata telah disediakan di dalam diri kita sendiri. Jika kita ingin mempelajari lebih dalam lagi tentang tubuh kita, ternyata di dalamnya terdapat berbagai macam informasi penting yang mampu membantu kita dalam menjalani hidup sehari-hari.***

 

Tulisan ini pernah diterbitkan di:

http://nikkoakbar.blogspot.com/2016/02/masalah-renaturasi-aja.html

 

Jadi Tumor Masyarakat, Mau?

Jadi Tumor Masyarakat, Mau?

Setiap orang, terutama anak muda, pastinya kan punya keinginan untuk bebas mengembangkan dirinya. Bebas berkreasi, pengen membuktikan kalo dirinya bisa dan bukan orang sembarangan. Pengen membuktikan kalo dia itu bisa sukses. Termasuk saya, kamu, kalian juga, pasti ada keinginan semacam itu. Intinya aktualisasi diri agar diterima di lingkungan masyarakat.

Caranya ya tentu saja bervariasi, tergantung dari lingkungan mana yang pengen didapatkan pengakuannya. Kalo dia ingin terjun ke lingkungan yang menganggap orang pintar itu keren, tentunya yaa dia akan belajar segiat mungkin agar diterima oleh orang-orang di lingkungan itu. Kalo dia ingin masuk ke lingkungan yang mengaggap orang yang badannya bagus itu keren, pastinya yaa dia bakal lebih sering work out ke gym, bikin badannya jadi bagus, berotot dan ideal, agar diterima dilingkungan tersebut. Dan sebenarnya masih banyak lagi contoh-contoh yang lain.

Cuman, dalam upaya agar diterima di lingkungan masyarakat tertentu, ada orang-orang yang, istilahnya, kebablasan dalam berusaha. Saking kelewat pengennya dia agar diakui oleh masyarakat, dia jadi lose control, lupa diri dan malah melakukan sesuatu yang justru membahayakan dirinya.

kuliah tiongkokKasus-kasus seperti sekelompok pemuda yang overdose karena lagi pesta miras oplosan (itu merekanya yang emang udah gila siih, masa’ iya miras dicampur sama Baygon lah, sol sepatu lah), para muda-mudi yang memamerkan foto mereka sedang beradegan gak senonoh, bikin graffiti di tembok rumah orang pake gambar kemaluan ato bahasa-bahasa kasar, bisa jadi salah satu contohnya.

Biasanya anak-anak yang seperti itu kan mereka yang merasa gak dapet kasih saying di rumah, gak cukup dapet perhatian dari keluarga, ato justru anak-anak yang terlalu dikerasin sama ortunya. Intinya mereka yang gak bisa mengekspresikan diri mereka dengan cara yang bener, jadinya mereka memilih untuk melampiaskannya di luar. Caper ke orang-orang lain, tapi caranya salah. Berusaha untuk tumbuh dengan caranya sendiri, tapi kebablasan.

Persis seperti tumor.

Loh?

Kok tumor?

Iya, tumor kan sel yang tumbuhnya kelewat cepet. Ini bisa terjadi soalnya ada salah satu komponen sel, yang fungsinya cukup penting buat pembelahan sel, Protein Kinase C, kelebihan jumlahnya. Jadi pas sel-sel yang lain masih membelah diri jadi dua, empat sel, si sel tumor ini udah tumbuh jadi puluhan bahkan ratusan sel yang bikin kelompok sendiri.

Apa bagus?

Tenyata nggak.

Kumpulan sel-sel yang kebablasan pertumbuhannya itu ternyata bisa mengganggu dan menghambat pertumbuhan sel-sel normal di sekitarnya. Si sel-sel normal itu akhirnya jadi ‘kejepit’, gak bisa beraktifitas normal, dan ujung-ujungnya malah mati. Dan parahnya, kalo udah dalam tahap akut, si tumor ini nantinya juga bakal nyebar ke bagian tubuh yang lain, jadi kanker. Aktivitasnya yaa gak beda jauh dengan pas jadi tumor, mengganggu aktivitas sel-sel di sekitarnya.

kuliah tiongkok

Apa tubuh kita gak melakukan sesuatu untuk menghabisi si tumor ini? Tentu iya, cuman karena si sel tumornya ini yang udah kelewat kuat, jadi sel-sel pertahanan tubuh kita sendiri kewalahan.

Cara yang bisa ditempuh yaa akhirnya operasi. Membuang si tumor ini. Daripada mengacau di dalam tubuh, ya kan?

Naahh, sekarang siapa yang mau jadi kaya’ si tumor ini? Tentunya gak ada toh. Jangan sampai karena keinginan egois kita pribadi untuk mengembangkan diri kita, untuk menujukkan/memamerkan jati diri kita, kita jadi lupa diri, lupa untuk mengontrol diri kita sendiri. Emang ingin berkarya itu baik, tapi kudu tetep tau aturannya kan? Tetep harus memperhatikan norma-norma sosial yang ada di masyarakat kita. Kalo gak, yaa siap-siap aja kita disebut Tumor Masyarakat. Siap-siap aja bernasib sama seperti si tumor itu, di’operasi’ dari lingkungan masyarakat, alias dipaksa untuk keluar, dikucilkan. Alih-alih mendapat pengakuan yang kita idam-idamkan, yang kita dapat justru kecaman, hinaan dan caci-makian.

Karena yaa emang kitanya yang gak tau batas, malah mengganggu keamanan dan kenyamanan penduduk sekitar. Berkarya dengan baik, bahkan kalau perlu mendatangkan manfaat bagi masyarakat sekitar, seperti ngadain kerja bakti bersihin kali kah, meramaikan langgar di kampung setempat kah.

Kan masih banyak aktivitas positif lain, yang selain bisa membantu kita menunjukkan ke masyarakat “siapa diri kita sebenarnya”, tetapi juga mendapat bantuan & dukungan dari orang-orang. Bikin mereka seneng, ato seenggaknya gak bikin mereka risih.

Bisa kan? Pasti bisa.

NB: Jika kalian merasa konten blog ini menarik, bisa like Facebook: CalonDokter, untuk update postingan berikutnya.

Ditunggu komentar, kritik & sarannya yaa agar CalonDokter semakin berkembang!

Terima kasih ^0^

 

Tulisan ini pernah dimuat di:

http://nikkoakbar.blogspot.com/2016/02/jadi-tumor-masyarakat-mau.html

 

  • Terms of Service
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Copyright 2017 KuliahTiongkok.com
Design By: ZonaWeb.Co.Id

Perlu Bantuan? Silakan Chat Kami

Hallo. Selamat Datang di Website KuliahTiongkok.com. Silakan chat Customer Support kami di sini.

Bagian Penjemputan & Perbantuan di Tiongkok

Nikko

Online

Bagian Pendaftaran & Administrasi

Wawan

Online

Nikko

Hallo, saya Nikko. Ada yang bisa saya bantu terkait PENJEMPUTAN & PERBANTUAN DI TIONGKOK? 00.00

Wawan

Hallo, saya Wawan. Ada yang bisa saya bantu terkait PENDAFTARAN & ADMINISTRASI? 00.00