Salju Pertama Yang Kulihat dan Kunikmati!

Salju Pertama Yang Kulihat dan Kunikmati!

Pagi hari itu, harusnya sama dengan hari-hari lain. Namun, saya pun tak tahu kenapa, tiba-tiba saja terbangun, tanpa terpaksa dibangunkan oleh bunyi alarm HP yang, jujur, sangat mengusik. Tapi justru bunyi alarm itu yang tetap saya gunakan, karena berkat suara alarm, yang sebenarnya tidak terlalu keras namun bunyinya cukup memuakkan telinga, itu lah saya mampu untuk bangun tepat waktu setiap paginya. Yaahh, walaupun untuk jaga-jaga saya tetap memasang alarm lagi 2-3 jam setelah jam alarm yang pertama (hanya berlaku pas liburan saja siih).

musim salju di tiongkok

Tapi, entah kenapa pagi itu terasa berbeda. Selain karena tanpa bunyi alarm yang mengusik dan selalu memaksa saya bangun tersebut, tetapi badan saya juga terasa lebih segar, terasa nyenyak sekali rasanya tidur saya pada malam harinya. Entah apa yang terjadi.

Malam harinya, memang agak berbeda dari malam-malam yang lain. Sebab pada saat saya beranjak tidur, memang terdengar suara hujan, yang tidak seperti suara hujan biasanya. Hujan di Chongqing ini biasanya hanya sekedar gerimis kecil-kecil saja, sangat jarang hujan deras seperti di Indonesia. Tapi hujan di malam itu pun bukan tipe hujan deras, suaranya lebih seperti ada sesuatu yang lebih berat dan padat dari sekedar jutaan air yang berjatuhan. 

Ah bodo’ lah, udah ngantuk”, pikir saya.

Saya pun tertidur.

kuliah di tiongkok lihat salju

 

Saya terbangun keesokan harinya dengan kondisi tubuh yang, entah kenapa, terasa lebih segar. Dan, ketika saya membuka tirai jendela kamar, saya lebih terkejut lagi dengan kondisi luar kamar, yang secara menakjubkan diselimuti oleh tumpukan benda halus berwarna putih, yang tidak disangka-sangka, setelah sekitar 3 tahun, akan mampir ke Chonging pada hari itu. Ya, Chongqing bersalju! Jadi ini penyebab tubuh saya tiba-tiba segar! Ia tahu bahwa ada sesuatu yang menarik sedang terjadi, sesuatu yang sudah lama saya idam-idamkan, dan akhirnya terwujud! Tak terbayangkan betapa bahagianya saya saai itu!

kuliah tiongkok main sama salju

Salju pertama saya di kota yang terkenal sebagai salah satu kota terpanas di dataran China. Chongqing merupakan salah satu dari 4 kota munisipal terbesar di China, bersama dengan Beijing, Shanghai dan Tianjin, dan termasuk kota industri terbesar di sepanjang dataran Negeri Panda ini. Sebagai kota industri, pembangunan kota Chongqing lebih diutamakan ke pabrik-pabrik yang, berkat limbah polusi yang dihasilkan, menjadikan kota ini memiliki iklim yang cukup aneh.

Musim panas di sini memang sangat panas, dengan suhu mencapai 40°C tanpa adanya sinar matahari yang menyengat. Ya. Cuaca di Chongqing saat musim panas memang bisa mendung, terkadang hujan rintik-rintik, tetapi suhu udara tetap sekitar 32-35°C. Panas yang dihasilkan bukan panas karena terik matahari yang menyengat, tetapi lebih ke pengap, rasanya seperti kekurangan oksigen untuk bernapas. Dan, musim dingin di Chongqing biasanya ‘hanya’ mencapai 1-5°C, hanya dingin yang menusuk tulang tanpa adanya salju, paling menthok hujan yang lumayan deras.

kuliah di tiongkok main salju

Yaah, hal yang cukup mengecewakan saya pada awalnya. Karena saya berharap dapat melihat dan mengalami sendiri musim dingin bersalju, seperti yang biasa saya lihat di film-film. Dan ternyata, bukan hanya saya saja. Setiap pelajar asing, terutama dari Indonesia, yang saya kenal, pun agak kecewa karena tidak bisa menikmati salju musim dingin di Chongqing.

Namun, hari itu, sepertinya semua doa, harapan dan penantian kami pun terkabul. Jalanan Chongqing, di bagian Daxuecheng, tempat kampus kami berada, lebih tepatnya, diselimuti oleh kristal putih yang menumpuk dan terlihat sangat fluffyYuhuuu!!

jilat salju

Saya yang kelewat bahagia dan super excited langsung keluar dan menikmati salju perdana di Chongqing. Itu pertama kalinya saya melihat dan merasakan salju secara langsung. Melihat bagaimana setiap butiran kristal heksagonal salju berjatuhan dari langit, berusaha memegangnya dengan menengadahkan tangan saya, dan melihatnya mencair secara perlahan di telapak tangan saya. Merasakan pula bagaimana rasanya memegang tumpukan salju yang sudah menumpuk di permukaan tanah, mengambilnya dengan tangan saya sendiri, merasakan kelembutan teksturnya, yang kurang lebih mirip seperti menggenggam bunga es di freezerkulkas, hanya saja lebih lembut, untuk pertama kali.

Sungguh perasaan yang menakjubkan. Ya, setiap hal yang dilakukan pertama kali, terlebih lagi itu hal yang unik, dan kita menyukainya, pasti selalu menimbulkan perasaan yang menakjubkan. Ya ‘kan?

Tentu saja kesempatan itu tidak kami lewatkan sia-sia dengan mengabadikan momen tersebut. Hal yang langka seperti ini tentu saja tidak akan berlangsung lama. Pengalaman mengajarkan saya itu. Sok bijak!

salju tiongkok

 

Namun, tidak bisa berlama-lama pula kami mengabadikan momen itu karena kamera HP saya tiba-tiba error.  Teman saya, yang sempat merasakan pengalaman bersalju di Jerman, memberi saya pencerahan bahwa memang HP akan sedikit error ketika digunakan di suasana bersalju, dikarenakan cuaca yang terlalu dingin sehingga menghambat kinerja HP. Dia pun juga mengatakan bahwa sebaiknya saya menghindari penggunaan HP yang berlebihan dan menghangatkannya kembali agar tidak error.

 

Saya pun hanya manthuk-manthuk saja mengiyakan, karena memang selain kekatrokansaya yang pertama kali melihat salju, tetapi juga ketika di rumah dulu adik saya saja sampai harus nangkring di kulkas untuk memperoleh suasana sejuk. Maklum, kipas angin sudah tidak mempan dan membeli AC terlalu mahal. Maksudnya, kalau kulkas bisa dimanfaatkan sebagai AC, kenapa tidak? True Story (bergaya dengan memakai jas sambil menggoyang-goyangkan gelas kaki berisi jus anggur).

Setelah saya menghangatkan HP saya sejenak, dengan mendekapnya erat-erat,  berusaha memberikan kehangatan kepadanya, seperti saya mendekap kekasih hati saya, kalau dan semoga saja ada, suatu saat nanti (maklum, sudah terlalu lama jomblo. Abaikan), kami pun menuju flat kawan kami di kompleks seberang, mengajak dia dan junior, yang kebetulan menginap di sana, untuk bermain salju.

snow cat di tiongkok

Hari itu memang momen pertama bagi kami semua untuk menikmati salju. Jadi, tentu saja kami sangat bersemangat. Kelewat bersemangat, malah. Kami bermain perang salju, menggumpalkan salju dan melempar-lemparkannya sambil berteriak-teriak layaknya anak kecil. Bahkan, mungkin saking terlihat kekanakannya kami saat itu, anak-anak kecil di sekitar pun ikut bergabung dengan peperangan kami tersebut. Tak lupa, kami juga membuat boneka salju kami yang pertama. Yaahh, walaupun sama sekali berbeda dari model boneka salju mainstream, dikarenakan modifikasi di sana-sini, tapi kami cukup puas. Sangat puas malah.

 

Saya jadi berpikir, bahagia memang sederhana. Terkadang, hal-hal yang terlihat sepele, justru mampu menjadi kunci kebahagiaan bagi diri kita. Bukan apa yang dilakukan, sebenarnya, yang membuat bahagia, namun momen di saat kebahagiaan itu tercapailah yang membuat kita bahagia. Seperti ketika kita sangat mengharapkan sesuatu, tetapi kita harus menerima tamparan dari kenyataan yang pahit, dan kemudian di saat-saat desperate kita, ketika kita berpikir bahwa harapan itu tidak akan menjadi kenyataan, namun realita kehidupan kembali berbalik menyerang kita dengan mengabulkan apa yang sudah sejak lama kita harapkan itu, bisa menjadi hal paling membahagiakan yang pernah dirasakan.

Tak perlu membeli barang-barang mewah nan berkilau. Tak perlu bepergian, tamasya kesana-kemari untuk dapat mengecap kebahagiaan. Mencukupkan diri dengan apa yang ada, sembari sambil terus berusaha dan senantiasa berharap yang terbaik, namun juga mengantisipasi yang buruk, tentunya, justru akan membuat kebahagiaan itu sendiri yang mampir, datang ke kehidupan kita. Karena, memang, kehidupan selalu memiliki caranya tersendiri untuk membuktikan bahwa kita itu salah. For better or for worse.

salju tiongkok

Selamat berbahagia, teman-teman!

 

NB: Jika kalian merasa konten ini menarik, bisa like Facebook: CalonDokter, untuk update postingan berikutnya. 

Ditunggu komentar, kritik & sarannya agar CalonDokter semakin berkembang! 

Terima kasih ^0^   

Tulisan ini pernah terbit di:

http://nikkoakbar.blogspot.com/2016/01/salju-di-chongqing-akhirnya.html

 

Virus Zika: Keluarga Aedes Berulah Lagi

Virus Zika: Keluarga Aedes Berulah Lagi

Zika. Namanya bagus ya… Kayak nama artis yaa.. Eh.. Dunia pernah dihebohkan dengan ulahnya! Nah lo… Eh ini nama virus lhoh.. Virus baru ini cukup berbahaya lhoh gaess. Namanya, virus Zika. Ya, yang tadi itu. Bahaya virus ini seringkali disetarakan dengan bahaya virus Demam Berdarah. Salah satu penyebabnya, mungkin, karena agen penyebaran kedua virus ini yang sama: nyamuk AedesYa, lagi-lagi keluarga si kecil belang hitam putih ini berulah. Entah apakah nyamuk Aedes yang menyebarkan virus Zika ini memiliki ciri-ciri fisik yang sama dengan nyamuk Aedes aegypti, tapi yang jelas keberadaan virus ini patut diwaspadai. Bisa jadi, dalam kurun waktu yang gak begitu lama virus ini mulai menyerang Indonesia.

Virus Zika

Menurut data dari World Health Organization (WHO), awal mula munculnya virus Zika ini adalah ketika virus ini ditemukan di monyet rhesus di Uganda pada 1947. Virus ini kemudian mulai menyerang manusia, di negara yang sama, pada 1952. Ternyata, di tahun yang sama Zikagak hanya menyerang warga Uganda, tapi juga udah menyerang wilayah Tanzania. Sejauh ini, penyebaran virus ini meliputi negara-negara di kawasan Afrika, Amerika Latin dan negara-negara Pasifik.

kuliah kedokteran tiongkok

Gejala virus ini kurang lebih sama dengan DB, yaitu demam, nyeri sendi, danconjunctivitis (mata merah). Gejala lain yang umum ditemui yaitu nyeri otot dan sakit kepala. Gejala-gejala tersebut biasanya merupakan gejala yang sifatnya ringan, tapi bertahan sampai berminggu-minggu lamanya.

Sejauh ini, walaupun masih belum ditemukan kasus pasien yang meninggal karena Zika, tapi kita tetap harus berhati-hati, karena masa inkubasi dan informasi lain tentang virus ini yang belum diketahui, maka belum ada vaksin tertentu untuk mengobati virus ini.

Pencegahan dan Penanganan

Dikarenakan agen penyebaran virus ini yang sama dengan DB, maka mencegah virus ini menyebar sebenarnya cukup gampang: menghindari dan mengurangi gigitan nyamuk. Salah satu caranya yaitu dengan melakukan 3M: Menguras tempat penyimpanan air, Menutup tempat penampungan Air, Menimbun barang-barang yang mampu menampung air. Intinya, jangan sampai tubuh kita sering-sering digigit nyamuk. Menggunakan raket listrik pembasmi nyamuk,lotion anti nyamuk atau obat anti nyamuk pun bisa menjadi cara yang cukup efektif untuk mengurangi gigitan nyamuk.

kuliah kedokteran tiongkok jelaskan zika

Bagi kalian yang lagi sakit atau gak enak badan, sebaiknya makan teratur, tidur yang cukup dan rajin minum air putih agar kekebalan tubuh meningkat. Jika sakit tetap berlanjut, langsung menghubungi dokter terdekat untuk mendapatkan pengobatan yang lebih lanjut.

Virus Zika & Microcephaly

Ketika terjadi penyebaran virus ini di Brazil pada 2015, pemerintah setempat telah menemukan adanya keterkaitan antara virus Zika dengan microcephalyMicrocephaly adalah salah satu penyakit kongenital yang menyebabkan bayi lahir dalam kondisi volume otak yang menyusut, lebih kecil daripada bayi-bayi normal. Hal ini menyebabkan perkembangan otak bayimicrocephaly yang cenderung cacat, yang berakibat pada kinerja otak yang tidak maksimal.

Sejauh ini, pada 2015 telah diduga ditemukannya 739 kasus microcephaly di Brazil, sangat jauh meningkat dibandingkan kasus microcephaly di Brazil pada tahun 2014, yang hanya mencapai 147 kasus. Oleh karenanya, diduga adanya keterkaitan antara meningkatnya kasus virus Zika dengan meningkatnya kasus microcephaly di Brazil. Walaupun hal ini sedang diteliti oleh Departemen Kesehatan setempat, sangat dihimbau bagi ibu-ibu hamil untuk sangat berhati-hati dalam menjaga kesehatannya.

Tapi, jika hal ini memang benar, maka virus Zika ini bisa jadi jauh lebih berbahaya daripada Demam Berdarah. Karena, selain menyerang orang dewasa dengan gejala yang berpotensi utuk sama bahayanya dengan DB, Zika juga menyerang janin ibu hamil, menyebabkan pengecilan volume otak bayi. Bayangkan, jika hampir seluruh ibu hamil terjangkit virus Zika ini, mereka nantinya akan melahirkan generasi-generasi penerus yang memiliki volume otak yang mengecil. Bahayanya apa? Kan cuma volume otak yang mengecil? Justru di situ lah bahayanya.

Otak merupakan pusat kendali dari segala kegiatan tubuh, ia mengendalikan seberapa cepat jantung harus berdetak, mengontrol pertumbuhan dan perkembangan sel-sel tubuh, dan berbagai macam proses metabolik tubuh lainnya. Selain itu, beberapa daerah di otak bertanggungjawab atas kemampuan kita untuk berpikir, berkomunikasi, berbahasa, dan segala macam keterampilan lainnya. Jika terjadi kerusakan pada otak, misal kerusakan pada Wernicke’s area di otak akan menyebabkan terganggunya kemampuan berbahasa kita.

kuliah kedokteran tiongkok

Microcephaly bukan hanya dapat menurunkan kemampuan otak di bagian tertentu, tapi dapat menyebabkan menurunnya kemampuan otak secara keseluruhan, mengakibatkan berkurangnya kemampuan untuk beraktifitas secara normal, seperti berpikir, berkomunikasi, dll. Bisa dibayangkan kondisi Indonesia dan dunia 20-30 tahun lagi jika virus ini tetap menyebar. Kenyataan bahwa virus ini bukan hanya menyerang orang dewasa dan generasi saat ini, tetapi juga berpotensi menyerang generasi-generasi penerus, menjadi alasan kuat bagi kita untuk mencegah meluasnya penyebaran virus ini.

Oleh karena itu, mari jaga diri, keluarga dan generasi penerus kita dari penyakit berbahaya seperti virus Zika ini.

Semoga bermanfaat!

NB: Jika kalian merasa konten blog ini menarik, bisa like Facebook: CalonDokter, untuk update postingan berikutnya.

Ditunggu komentar, kritik & sarannya agar CalonDokter semakin berkembang!

Terima kasih ^0^

 

Tulisan ini pernah muncul di:

http://nikkoakbar.blogspot.com/2016/01/virus-zika-keluarga-si-kecil-aedes.html

 

Balap Karung di Tiongkok

Balap Karung di Tiongkok

Siapa bilang kuliah di Tiongkok gak bisa main balap karung?  Kami anak-anak Indonesia tak kehilangan “jati diri bangsa” hoho… Yaa.. rasa rindu masa kecil di tanah air membuat kami makin kreatif. Hmm… Omong-omong, pernahkah kalian merasa rindu dengan masa kecil? Ketika kita masih berupa sekumpulan bocah-bocah innocent yang kerap asyik dengan dunia kita sendiri? Dunia dan seisinya seolah hanya numpang lewat di hadapan kita? Bermain, tertawa dan bercanda bersama seolah kita lah yang menguasai ruang dan waktu lingkungan sekitar. Masih begitu polos hingga tidak mengetahui, bahkan tidak mau tahu tentang segala macam hiruk-pikuk dan keruwetan dunia beserta segala macam drama dan problematika yang ada. Dan, tentu saja yang paling dirindukan dari masa kecil adalah: bermain. Karena dunia anak adalah dunia bermain, dan beberapa orang berkata bahwa dunia anak zaman dulu lebih seru dan ‘hidup’ daripada dunia anak zaman sekarang yang hanya berkutat di handphone, tablet atau iPad masing-masing.

Ya, itu lah yang kami, sekumpulan pelajar rantau di Chongqing, Tiongkok rasakan. Hingga akhirnya tercetuslah sebuah ide bagi kami untuk kembali menghidupkan dunia anak ala zaman dulu, yaitu dengan mengadakan sebuah event yang secara eksklusif memainkan permainan anak-anak jadul, sebuah event yang kami beri nama “Indonesian Traditional Games Day”. Dalam acara ini, terdapat dua rangkaian acara utama, yaitu:

Acara pertama, yaitu pemainan Benteng atau Petak Benteng. Permainan yang dimainkan oleh dua tim ini menjadi pilihan karena selain seru, tetapi juga memerlukan strategi yang tepat untuk memenangkannya. Inti dari permainan ini adalah merebut benteng lawan dengan menyentuhnya, tim yang mampu menyentuh banteng lawan terlebih dulu dinyatakan sebagai pemenang. Benteng merupakan objek-objek sekitar yang terlihat mencolok dan mudah dikenali oleh semua pemain. Selama permainan, masing-masing tim lawan diperbolehkan untuk menawan anggota tim lawan dengan menyentuhnya, menjadikannya sebagai Tawanan tim. Anggota tim lain dari Tawanan tersebut bisa membebaskan rekan setimnya yang tertangkap dengan menyentuh tangan si Tawanan.

kuliah di tiongkok

Permainan ini berlangsung cukup seru dan sengit, karena selain kondisi lapangan yang becek setelah hujan, menyebabkan para pemain kesulitan berlari dan berkali-kali terpeleset hingga terjatuh, tetapi juga masing-masing tim tidak ada yang ingin mengalah. Namun, satu hal yang bisa kami pelajari dari permainan ini yaitu, kerjasama tim dan kemampuan menyelinap ke Benteng lawan tanpa terdekteksi dengan memanfaatkan hiruk-pikuk yang ada selama permainan lah yang menjadi penentu pemenang dalam permainan ini.

Acara kedua, yaitu estafet lomba ala 17-an. Lomba-lombanya yaitu, secara berurutan: Balap Karung, Memasukkan Paku ke Botol, Balap Kelereng, Makan Kerupuk. Peserta dibagi lagi menjadi beberapa kelompok kecil yang beranggotakan 3 orang di masing-masing kelompok. Masing-masing orang di masing-masing kelompok memilih satu lomba dari 3 lomba pertama (Balap Karung, Memasukkan Paku ke Botol atau Balap Kelereng). Begitu 3 orang tersebut telah menyelesaikan lombanya masing-masing secara berurutan, ketiganya harus menuju tempat lomba Memakan Kerupuk dan diwajibkan menghabiskan kerupuk yang telah disediakan secara bersama-sama.

Pemenang ditentukan dengan kecepatan masing-masing kelompok dalam menyelesaikan rangkaian lomba dari awal estafet hingga akhir dan jumlah remahan kerupuk yang terbuang. Dalam lomba ini, kepercayaan terhadap masing-masing anggota kelompok dan pembagian tugas antar anggota menjadi faktor utama untuk menang.

kuliah di tiongkok

Selain mampu mengobati rasa rindu kami terhadap masa kecil (maklum kami semua MKKB alias Masa Kecil Kurang Bahagia), tetapi juga kesempatan untuk saling mengenal dan bersilaturrahmi antar sesama pelajar Indonesia di Chongqing lah yang membuat acara ini sungguh berkesan.

Karena Chongqing merupakan kota terluas di Tiongkok dan pelajar Indonesia yang ada tersebar di penjuru kota yang saling berjauhan, event seperti inilah yang ditunggu demi memperkuat ikatan kami selaku sesama pemuda-pemudi rantau.

Semoga ikatan yang kami bangun ini tetap solid sehingga kami pun mampu membawa nama Indonesia harum di kancah internasional, terutama di Negeri Tirai Bambu ini.***

Salam Pelajar Indonesia!

NB: Jika kalian merasa konten blog ini menarik, bisa like Facebook: CalonDokter, untuk update postingan berikutnya.

Ditunggu komentar, kritik & sarannya agar CalonDokter semakin berkembang!

Terima kasih ^0^

Pernah terbit di:

http://nikkoakbar.blogspot.com/2015/12/indonesian-traditional-games-day-by.html

 

Ujian Berikutnya

Ujian Berikutnya

Saya tidak bisa terus menerus menuruti ego dan harga diri saya yang terlampau tinggi ini dan berharap semuanya akan sama saja seperti sebelumnya. Tidak. Kali ini berbeda, sungguh berbeda. Dan untuk pertama kalinya selama 2-3 tahun terakhir ini, saya mempersiapkan ujian terakhir ini dengan sepenuh hati dan persiapan yang matang, bahkan semenjak H-7 sebelumnya. Kuliah di Tiongkok memang beda!

Tidur agak larut, tetap berkutat dengan istilah-istilah aneh yang terdengar seperti nama spesies alien yang baru ditemukan seperti Hypoxanthine-Guanine Phosphoribosyl Transferase/HGPRT, Cetuximab, Erbitux, dan masih banyak lagi, yang jika terus menerus diperhatikan akan menimbulkan pertanyaan: Apakah orang-orang yang memberi nama pada senyawa-senyawa tersebut merupakan orang yang kelewat kreatif atau justru memiliki selera yang agak aneh dalam memberikan nama? Saya jadi penasaran nama apa yang mereka beri untuk anak-anak mereka 🙂

Anyway, perjuangan yang saya lakukan selama seminggu itu, di luar dugaan saya, ternyata memberikan hasil yang luar biasa. Tidak ada satu soal pun yang tidak bisa saya jawab dengan yakin selama ujian. Walau pun ada beberapa soal yang belum pernah saya ketahui sebelumnya, namun sepertinya otak saya menjadi lebih jernih dan gampang untuk berpikir, hingga saya menemukan jawabannya.

Entah kenapa, akhirnya saya merasa telah menemukan keindahan dan kenikmatan tersendiri dalam belajar. Sebuah perasaan yang sudah lama saya cari-cari. Sebuah perasaan yang sempat menjadi bagian dari diri saya dahulu namun tiba-tiba menghilang. Dan sepertinya, kini saya telah menemukan salah satu kepingan dari diri saya yang sempat hilang dan terserak tercerai berai entah di mana. Sebuah perasaan yang sangat fantastis dan menakjubkan. Saya merasa dapat melakukan apa pun. Sebuah perasaan percaya diri yang sungguh berbeda dengan apa yang biasanya saya alami.

kuliah di tiongkok
Kompetisi Akademik.

Oleh karena itu lah, saya berpikir untuk ikut membagikan keindahan ilmu pengetahuan kepada kalian, para pembaca blog saya. Tentu saja ilmu yang dimaksud sesuai dengan bidang yang tengah saya tekuni saat ini: Kedokteran.

Jadi, di beberapa tulisan saya ke depannya akan saya posting tentang apa saja yang sudah saya pelajari sampai saat ini dengan penyampaian yang cukup unik dan berbeda.

Karenanya, saya akan menggabungkan 2 hal yang paling saya cintai saat ini: Ilmu Kedokteran dan Seni Menulis.

Selamat menikmati!

NB: Jika kalian merasa konten blog ini menarik, bisa like Facebook: CalonDokter, untuk update postingan berikutnya.

Ditunggu komentar, kritik & sarannya agar CalonDokter semakin berkembang!

Pernah terbit di:

http://nikkoakbar.blogspot.com/2016/01/ujian-part-2.html

Ujian Pertama di Kampus Tiongkok

Ujian Pertama di Kampus Tiongkok

Ujian! Kata itu, terlepas di mana pun, kapan pun, dan siapa pun, seringkali menjadi momok yang cukup menyita waktu dan perhatian. Terlebih lagi untuk kami, sekumpulan anak rantau yang tengah menuntut ilmu kedokteran di Negeri Panda ini. Terlebih lagi, Biokimia merupakan mata kuliah yang bisa dibilang cukup ‘berat’ untuk semester ini. Yaahh, walaupun para senior mengatakan bahwa masih banyak mata kuliah di universitas di Tiongkok ini yang jauh lebih “menantang” ke depannya. Sebut saja Anatomi Regional, Biologi Sel, Radiologi dan banyak lagi yang lainnyaaaa… 🙂 Seratus tiga.. eh… 🙂

Yes, perjalanan saya dan kawan-kawan di negeri kungfu ini masih panjang rupanya. Masih akan menginjak semester keempat, tentu saja masih banyak lika-liku dan tantangan baru yang tengah menanti kami di semester-semester berikutnya.

Kembali ke masalah ujian. Biokimia, merupakan mata kuliah yang terakhir kali ‘diujikan,  pada tanggal 13 Januari 2016 kemarin.  Bel pertanda ujian telah usai turut menandai akhir perjuangan kami untuk semester ini. Ya, mata kuliah yang paling susah sengaja ‘disajikan’ terakhir, persis seperti ketika bermain video gameBoss di setiap level permainan selalu dilawan terakhir. Dan, bisa saya katakan dengan bangga bahwa di level 3 (semester 3, red) ini saya berhasil menaklukkan ‘Boss’nya. Setidaknya saya cukup yakin bahwa saya ‘menghajar’nya dengan tepat. K.O.

kuliah di tiongkok

Tentu saja hal itu tidak mudah. Dibutuhkan persiapan yang cukup matang untuk menghadap Boss di level ini. Saya yang dari dulu selalu terlalu PD, sehingga selalu merasa dengan tidak perlu belajar nilai ujian saya akan tetap baik-baik saja (dan faktanya memang selalu begitu), kini harus bersedia dan dengan rela tunduk pada kenyataan bahwa di ‘pertarungan’ kali ini, saya memerlukan persiapan yang matang.

Bersambung…

Pernah terbit di:

http://nikkoakbar.blogspot.com/2016/01/ujian.html

Keterangan gambar ilustrasi: gambar ini hanya sebagai ilustrasi, tidak mencerminkan “ujianku yang pertama”, tetapi ujianku yang ke sekian kalinya. Maklum, ujian pertama tak bisa kufoto. Aku: berdiri, nomor 2 dari kanan yang badannya gede itu. Itu temanku dari Denmark berdarah Irak. 

Pengalaman Pertamaku di Tiongkok

Pengalaman Pertamaku di Tiongkok

2014. Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina. Ya, kata-kata itulah yang menjadi semangat serta motivasiku untuk memulai perjalanan panjangku ini. Sebuah perjalanan yang bermula dari sebuah mimpi. Sebuah perjalanan yang tak kusangka akan kulakukan saat ini. Sebuah perantauan panjang yang entah kapan akan berakhir. Inilah pengalaman pertamaku di negeri Cina atau yang kini disebut Tiongkok.

Kisah ini bermula dari sebuah kota kecil di Jawa Timur yang dikenal dengan nama Probolinggo. Kota yang mungkin masih belum cukup dikenal oleh kebanyakan orang namun menorehkan kisah yang cukup mendalam dan berarti bagiku. Hal yang semula menjadi kekecewaan, justru menjadi cambuk bagiku untuk keluar dari zona nyaman dan memulai perantauan. Dan setelah pencarian selama setahun, kini takdir telah menapakkan kakiku di sini, di negeri ‘legendaris’ yang bahkan tertera dalam sabda Sang Manusia Agung paling berpengaruh zaman ini. Dalam riwayat, beliau menyebut “Cina”.

Pertama kali menjejakkan kaki di negeri ini, ada perasaan haru, gembira, deg-degan dan segudang perasaan lainnya bercampur aduk menjadi satu. Tak kusangka hal yang selama ini hanya menjadi angan-angan bagiku, kini sungguh terjadi! Aku bisa kuliah di Cina! Kuhirup dalam-dalam udara kota Guangzhou, kota pertama yang kukunjungi dalam perantauanku di Cina ini, dan kupandangi jalanan, pertokoan serta bangunan lainnya dari kaca bis sembari mengingat perjuanganku untuk dapat sampai ke sini.

Namun, takdir tak membiarkanku untuk menetap, sebaliknya ia kembali menuntun langkahku menuju sebuah kota di sebelah barat daya daratan Cina: Chongqing. Tempatku menetap dan menuntut ilmu saat ini. Pertemuanku dengan berbagai macam manusia di sini, menyadarkan dan mengajariku tentang berbagai makna kehidupan. Jujur, aku bukanlah seseorang yang bisa dibilang gentleman, pengertian, lembut dan segudang kriteria manusia, bahkan lelaki, sempurna lainnya. Aku yang selama ini acuh tak acuh akan sikapku yang terkadang menyakiti dan menyinggung perasaan orang lain, kini mulai menyadari ketidaksempurnaan diri ini. Mulai menyadari ada beberapa hal yang harus kuubah guna menjadikan diri ini lebih baik lagi. Semua itu terjadi karena pertemuanku dengan manusia-manusia baru di kota perantauanku ini.

pengalaman pertamaku di tiongkok
2014, tiba di Chongqing

Bagiku, tempat ini menyimpan banyak kesan semenjak aku memutuskan menetap sementara waktu ini. Banyak hal yang kurasa merupakan bagian dari alur takdir yang memang ditujukan kepadaku, yang memang menuntunku untuk ke sini. Walaupun, jujur, aku merasa ilmu-ilmu teknis yang kudapat di sini masih sangatlah minim, namun ilmu-ilmu kehidupan justru membanjiri, bahkan serasa menohok kesadaranku akan kealpaan diri selama ini. Dan justru hal itulah yang memicuku untuk menjadi pribadi yang jauh lebih baik ke depannya. Aku merasa, inilah suatu fase dalam hidupku ketika aku harus mulai  melihat dengan mata kepalaku sendiri dan belajar menyikapi beragamnya corak kehidupan dan manusia di luar lingkungan awalku.

Semua ini, aku yakin, merupakan skenario Sang Sutradara Agung yang sedang menyiapkanku untuk sesuatu yang lebih besar nantinya.

Terima kasih Tuhan atas segala kesempatan langka ini, aku sangat bersyukur dan pasti akan kumanfaatkan sebaik-baiknya. ***

Ditulis oleh:

Nikko Akbar

Chongqing.

Pernah terbit di:

http://nikkoakbar.blogspot.com/2015/10/pengalaman-perdana-di-negeri-tirai-bambu.html

 

 

  • Terms of Service
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Copyright 2017 KuliahTiongkok.com
Design By: ZonaWeb.Co.Id

Perlu Bantuan? Silakan Chat Kami

Hallo. Selamat Datang di Website KuliahTiongkok.com. Silakan chat Customer Support kami di sini.

Bagian Penjemputan & Perbantuan di Tiongkok

Nikko

Online

Bagian Pendaftaran & Administrasi

Wawan

Online

Nikko

Hallo, saya Nikko. Ada yang bisa saya bantu terkait PENJEMPUTAN & PERBANTUAN DI TIONGKOK? 00.00

Wawan

Hallo, saya Wawan. Ada yang bisa saya bantu terkait PENDAFTARAN & ADMINISTRASI? 00.00