Dua Bersaudara Berbagi Pengalaman Kuliah dan Hidup Mandiri di Tiongkok – 1

Dua Bersaudara Berbagi Pengalaman Kuliah dan Hidup Mandiri di Tiongkok – 1

Hidup mandiri dan bebas berkreasi telah menjadi tekad dua bersaudara ini. Nikkolai Ali Akbar dan Nikkolai Ali Reza, demikian nama mereka, adalah anak-anak Indonesia yang kini tengah kuliah di Tiongkok. Nikkolai Ali Akbar, sang kakak, berada di kota Chongqing, kuliah di jurusan kedokteran di Chongqing Medical University, tahun ke-4. Sedangkan Nikkolai Ali Reza, sang adik, menekuni bidang IT dengan berkuliah di Sun Yat Sen University, Guangzhou, jurusan Software Engineering, pada tahun ke-2. Sebelumnya (2015-2016), ia berkuliah di School of Computers and Multimedia, KDU University, Selangor, Malaysia jurusan Games Development.

Ketekadan, mungkin juga kenekadan, kedua pemuda kakak-beradik yang terpaut usia 1 tahun ini patut diacungi jempol dan patut ditiru. Selepas SMA di SMAN 1 Probolinggo yang ditempuhnya selama 2 tahun, Nikkolai Ali Akbar belajar bahasa Mandarin di kursus bahasa Mandarin yang diselenggarakan oleh kelenteng Eng An Kiong Malang selama 7 bulan, sambil menunggu respons dari 3 universitas di China yang dikontaknya (2013 – 2014). Lama tak kunjung ada respons, tak menyurutkan niat Nikko untuk tetap belajar bahasa Mandarin.

Dia berpikir, jika tak dapat respons kampus yang ia kontak, tak akan ada ruginya belajar bahasa Mandarin. Ia juga telah merancang rencana lain untuk bisa menikmati hidup di tempat yang jauh, agar ia belajar tangguh dan mandiri. Baginya, belajar akademis tak terlalu dipusingkannya. Maklum, secara akademik, ia telah terlalu kenyang prestasi. Ia ingin memacu belajar di arena yang lain: membangun ketangguhan diri di negeri orang! Ia ingin jauh dari orangtuanya, untuk bisa lebih bebas berkreasi dan membangun jaringan seluas-luasnya. 

Keluar dari zona nyaman! Demikian doktrin pribadi yang entah ia dapat dari mana, begitu melekat. Ia berkeyakinan, jika keluar dari zona nyaman, ia akan sukses! Maka, ia pilih luar negeri, yang relatif lebih tak terjangkau zona nyaman-nya! Termasuk jauh dari orangtua? Ya, tentu saja. Tidak berat? Berat, tentu saja. Tetapi, demi cita-cita, dia dan juga orantuanya, siap “mengorbankan” kesenangan sesaat, kesenangan dan kenyamanan sesaat. Induk burung pun akan “mengusir” anak-anaknya jika mereka telah siap terbang!

kuliah di chinaDan ia memilih negeri China! China, atau Tiongkok untuk kuliah. Tiongkok menjadi pilihannya karena ia berpikir ilmu kedokteran Tiongkok sangat maju. Ia terinspirasi kisah Dahlan Iskan yang tertolong lantaran ilmu kedokteran Tiongkok dengan operasi ganti hati yang sempat fenomenal di Indonesia pada sekitar tahun 2012 – 2013.

Di tengah kegalauan menunggu respons universitas yang tak jelas, beruntung, ada teman yang menyarankan untuk minta bantuan konsultan pendidikan China untuk membantu proses pendaftarannya. Maka, dalam waktu yang tak terlalu lama, proses pendaftaran selesai dan menunggu pengumuman.

pengumuman diterima kuliah di tiongkokBeberapa bulan kemudian diterimalah pengumuman pendaftaran di jurusan kedokteran di Chongqing Medical University (CQMU). Nikko diterima kuliah di CQMU! Betapa bahagianya. Kebahagiannya berlipat-lipat tatkala ada pengumuman susulan bahwa ia mendapatkan beasiswa. Ya, meskipun partial scholarship (beasiswa sebagian), itu sudah sangat membantu. Bayangin, bebas SPP kuliah kedokteran di universitas kedokteran negeri di Tiongkok!

Maka, sambil menunggu pengumuman keberangkatan ke Tiongkok, Nikko makin bersemangat belajar bahasa Mandarin, walaupun kelas yang bakal ia masuki menggunakan pengantar bahasa Inggris. Sekira keberangkatan ke Tiongkok kurang 2 bulan, ia menghentikan kursus bahasa Mandarin di Malang dengan melanjutkan kursus intensif di Probolinggo sambil membuat persiapan-persiapan. Hoki juga menghampiri Nikko. Di Probolinggo, ia bertemu dengan seorang laoshi (guru) bahasa Mandarin yang bersedia membimbingnya belajar bahasa Mandarin secara intensif. Beliau adalah laoshi Agus. Dan Agus laoshi ini  memberikan bimbingan privat dan tidak mau dibayar! Melihat kemampuan dasar Nikko yang dianggapnya cukup untuk menerima pelajaran intensif, Agus laoshi memberikan waktunya 2 kali seminggu bagi Nikko. Kira-kira 1 bulan lebih beberapa hari Nikko menerima gemblengan dari suhu Agus sebelum berangkat ke Tiongkok. Agus laoshi juga memberi Nikko kamus bahasa Mandarin – Indonesia. Nah, sudah gratis, dapat kamus tebal pula… Rejeki anak sholeh yang berkemauan keras!

Singkat cerita, maka berangkatlah Nikko ke Tiongkok! Tanpa diantar orangtua. Mengapa? Ya, sesuai dengan tekad awal: ‘keluar dari zona nyaman. Termasuk dari zona nyaman bersama orangtua. Kenapa pakai diantar? Lagipula, biaya pengantaran yang meliputi tiket pesawat PP Surabaya – Chongqing untuk 2 orang pengantar, biaya hotel, biaya makan minum selama di Tiongkok, dsb, jika dihitung, mending buat sangu anaknya.. haha… 😀

Nikko pun akhirnya bertemu dengan anak-anak Indonesia yang sama-sama akan kuliah di Tiongkok. Jadilah mereka kawanan pelajar Indonesia yang siap merantau! Setelah melewatkan malam saat transit di Guangzhou, maka sampailah di kota tujuan: Chongqing. Sebuah kota pelajar di provinsi Sezhuan, Tiongkok agak ke utara dan agak ke barat.

Nikko menulis pengalamannya ini di tahun 2015 di blognya, https://nikkoakbar.blogspot.com; telah dikutip oleh KuliahTiongkok.com di tahun 2017:

Pengalaman Pertamaku di Tiongkok

Ternyata, dia berbahagia di tanah rantau! Karena ia menemukan fasilitas belajar yang luar biasa di kampusnya! Lingkungan belajar yang kondusif bagi minat belajarnya. Tak hanya secara akademis, tetapi juga non akademis. Juga belajar dari kebiasaan  anak-anak Tiongkok yang rata-rata suka belajar! Pantas, negara Tiongkok maju pesat! Orang-orangnya suka belajar dan bekerja keras!

Ini pengalaman pertama mengikuti ujian kuliah di Tiongkok.

Ujian Pertamaku

Dan ini Ujian Berikutnya..

Jangan dikira kuliah di Tiongkok isinya cuma belajar dan belajar yaa… Jalan-jalan, menikmati pemandangan juga lho…. hehe.. 😀

Ini Salju Pertama Yang Kulihat, Kurasakan dan Kunikmati! Pengen yaa… hahaha….. 😀

Eh… Nikko dan teman-teman Indonesia-nya, juga balap karung lhoh… dan aneka aktivitas budaya Indonesia yang dipamerin di sana….

Balap Karung di Tiongkok !

Nikko juga unjuk kebolehan memainkan jurus-jurus beladirinya selama dipelajarinya di tanah air. Dia berkesempatan main di arena International Culture Exhibition di Tiongkok.

 

gelar budaya Indonesia di Tiongkok
International Culture Exhibition in Tiongkok
belajar bahasa mandarin
Hiii.... dapet cewek tu anak... Dua lagi! haha..
kungfu wushu
Merantau! Nikko siap gantiin Iko Uwais haha...

kuliah tiongkok seminarSelama kuliah di Chongqing Medical University, Nikko disamping aktif di kegiatan-kegiatan akademik selain perkuliahan kelas, ia juga aktif di kegiatan-kegiatan non-akademik. Hobi lama semasa SMA makin subur di kampus Tiongkok. Ia aktif ikut seminar dan kompetisi akedemik, even kebudayaan, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Tiongkok hingga klub-klub hobi seperti olahraga, musik dan akupunktur. Klub-klub sosial dan keagamaan juga tak luput dari warna-warni aktivitas hariannya di Tiongkok, seperti donor darah, pengajian keagamaan setiap akhir pekan hingga Idul Fitri dan Idul Adha. Ya, pernah juga Nikko pulang kampung seusai Idul Fitri, karena libur kampus (libur musim panas) tidak tepat dengan hari H Idul Fitri. Jadi bisa berkesempatan merasakan ber-Idul Fitri di negeri Panda. 

Di sela-sela hari-hari kuliahnya, Nikko dan teman-temannya juga berekreasi ke tempat-tempat wisata di sekitar kotanya. Di areal kampuspun merupakan tempat wisata yang indah. Namun, kurang afdhol jika tak ke tempat-tempat wisata. Mulai dari keliling kota, taman kota, naik MRT sepanjang kota hanya Rp. 14.000,-. Juga ke kota budaya Xi’an. Yang belum sempat, adalah menelusuri situs bersejarah terkait dengan jejak peninggaan Islam di Tiongkok, antara lain Lakshmana Zheng He (Cheng Ho), masjid kuno berkiblat ganda (arah Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa), dan beberapa situs terkait tokoh-tokoh penyebar agama Islam di Tiongkok yang merupakan asal muasal para aulia penyebar Islam di Nusantara.

Taman Kampus Chongqing Medical University
pengalaman pertamaku di tiongkok
Kota Tua (Kota Lama)
belajar bahasa mandarin untuk kuliah di tiongkok
Jalan-jalan di Bishan

Pengalaman dan pembelajaran terbaik selama hidup dan kuliah di Tiongkok menurut Nikko adalah pembelajaran budaya belajar dan etos kerja masyarakat Tiongkok yang ulet dan tak kenal menyerah. Mahasiswa Tiongkok (anak-anak asli Tiongkok) terkenal gigih dalam belajar dan hobi baca ndak ketulungan.. 🙂

Hampir tak ada waktu yang terbuang sia-sia. Bahkan sambil jogging dan olah raga lompat tali pun mereka baca buku! Jadi habis lompat-lompat stop sebentar, nengokin buku, baca. Jogging juga demikian. Habis lari, jika lelah, istirahat, duduk, sambil baca buku. Barang bawaan harian juga pasti ada bukunya! Nah loo… hehe… 🙂

 

 

Tiongkok Siapkan Beasiswa S1-S3 Untuk Mahasiswa Indonesia

Tiongkok Siapkan Beasiswa S1-S3 Untuk Mahasiswa Indonesia

Jakarta – Antusias pelajar Indonesia belajar ke Republik Rakyat China dari tahun ke tahun semakin meningkat. Kedutaan China menyiapkan ratusan beasiswa jenjang S1 hingga S3 dari Pemerintah China tahun 2017.

“Sejak dari tahun 2015, jumlah beasiswa pemerintah Tiongkok ditambah dari 15 sampai 187, telah bertambah sebelas kali lipat. Pada tahun ini, pemerintah Tiongkok menyiapkan 197,” kata Konselor Budaya Kedutaan Besar China, Zhou Bin di Universitas Al-Azhar Indonesia, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (15/3/17).

Zhou mengatakan beasiswa yang dibuka yakni kuliah jenjang S1, S2, S3, serta scholar umum dan scholar senior yang bisa diikuti oleh dosen atau pengajar yang ingin penelitian atau disertasi. Program scholar umum adalah program non degree untuk mahasiswa kunjungan namun tetap mendapatkan ijazah.

Mahasiswa bisa mengajukan program beasiswa sesuai kebutuhannya dengan 279 pilihan Universitas di China. Ada 12 disiplin ilmu yang dibuka di antaranya ilmu sains, teknik, agronomi, kedokteran, ekonomi, hukum, manajemen, pendidikan, sejarah, sastra, filsafat dan llmu kesenian.

“Beasiswa penuh akan menanggung seluruh biaya kuliah, tunjangan biaya hidup, biaya akomodasi dan asuransi kesehatan komprehensif,” kata Zhou.

Tak hanya itu untuk memfasilitasi pelajar yang tidak bisa berbahasa Mandarin, pemerintah China juga menyiapkan kursus bahasa di universitas selama satu tahun. Zhou mengatakan seluruh biaya kuliah ditanggung oleh pemerintah China.

“Jika kemampuan bahasa Mandarin belum cukup, pemenang beasiswa akan dimasukkan ke perguruan tinggi Tiongkok yang ditentukan untuk belajar bahasa mandarin selama 1 tahun, biaya kuliahnya ditanggung oleh beasiswa pemerintah Tiongkok,” ungkap Zhou.

Zhou menyebut sudah ada kerja sama antara perguruan tinggi China dengan Indonesia. “Misalnya, Peking University dan Universitas Indonesia, Tsinghua University dan Institut Teknologi Bandung, Beijing Jiaotong University dan Universitas Surabaya serta universitas-universitas lainnya di Tiongkok dan Indonesia sudah menjalin hubungan kerja sama,” ucap Zhou.

“Sekarang Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Universitas Indonesia, Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok dan lain-Iain membantu kami mempromosikan informasi pendaftaran Beasiswa Pemerintah Tiongkok,” tuturnya.

Dia berharap semakin banyak mahasiswa Indonesia memanfaatkan program Beasiswa Pemerintah China. Harapannya begitu lulus para mahasiswa ini bisa kembali ke Indonesia dan memberi sumbangsih untuk negara.

“Juga mahasiswa Indonesia belajar di Tiongkok bisa banyak mengenal kebudayaan Tiongkok dan bersahabat dengan mahasiswa Tiongkok, pada masa depan sebagai utusan mewarisi dan mengembangkan persahabatan Tiongkok dan Indonesia,” urainya.

Untuk bisa melihat persyaratan penerima beasiswa pemerintah China ini bisa mengunjungi website resmi Kedubes Republik Rakyat China di Indonesia http://id.chineseembassy.org/eng/whjy/lxxx/.

Sumber: https://news.detik.com/berita/d-3447396/china-siapkan-197-beasiswa-dari-s1-s3-untuk-mahasiswa-ri

 

  • Terms of Service
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Copyright 2017 KuliahTiongkok.com
Design By: ZonaWeb.Co.Id

Perlu Bantuan? Silakan Chat Kami

Hallo. Selamat Datang di Website KuliahTiongkok.com. Silakan chat Customer Support kami di sini.

Bagian Penjemputan & Perbantuan di Tiongkok

Nikko

Online

Bagian Pendaftaran & Administrasi

Wawan

Online

Nikko

Hallo, saya Nikko. Ada yang bisa saya bantu terkait PENJEMPUTAN & PERBANTUAN DI TIONGKOK? 00.00

Wawan

Hallo, saya Wawan. Ada yang bisa saya bantu terkait PENDAFTARAN & ADMINISTRASI? 00.00