Memulai Usaha Dengan Modal Kecil Untuk Pemula

Memulai Usaha Dengan Modal Kecil Untuk Pemula

Memulai usaha atau bisnis bagi kebanyakan orang apalagi pemula adalah sesuatu banget. Ada rasa kawatir, takut rugi, modal kecil lagi kalau rugi bagaimana, bingung dsb. Bingung karena belum tahu akan usaha atau bisnis apa, bagaimana memulainya, dsb. Tulisan ini kami siapkan untuk memulai usaha atau bisnis dengan modal kecil untuk pemula.

Ada 5 hal yang dialami oleh orang yang akan memulai usaha atau bisnis:

  1. Takut atau kawatir rugi.
  2. Bingung mau usaha atau bisnis apa.
  3. Bingung bagaimana caranya.
  4. Modal kecil atau tidak punya modal.
  5. Bingung bagaimana cara memulainya.

Mari kita bahas satu per satu berikut solusinya! Solusi dengan pendekatan edukasi pikiran, NLP hingga solusi teknis usaha atau bisnisnya.

Pertama, takut atau kawatir rugi.

Mengapa pikiran ini muncul?

Mengapa bukan: usaha atau bisnis ini mungkin akan untung walaupun sedikit, lumayan bisa nambah duit.

Orang lain bisa kok, berarti usaha atau bisnis ini bisa dijalankan, bisa untung. Rugi mungkin saja bisa terjadi, tapi kenapa orang lain usaha atau bisnisnya bisa bertahan bahkan berkembang. Berarti usaha atau bisnis ini bisa dijalankan, bisa menguntungkan.

Masalah 1: Kawatir atau Takut Rugi

Jika anda masih berpikiran tentang kerugian, boleh, sebagai “modal” antisipasi, tetapi pikiran tentang keuntungan ya harus diikutkan juga to… Untung dan rugi akan selalu ada. Tinggal bagaimana anda belajar dan praktik sehingga kerugian bisa diminimalkan hingga hampir nihil kerugiannya. Atau, keuntungan dinaikkan sehingga bisa menutup kerugian.

Solusi 1 untuk masalah 1: Dobrak Pikiran Itu

Maka hal pertama yang harus anda dobrak dalam diri anda adalah rasa takut atau kawatir tersebut. Apapun rasa takut atau kawatir itu. Kebanyakan rasa takut atau kawatir itu, misalnya tentang kerugian, adalah bayangan pikiran sendiri akan suatu hal yang disangka buruk. Masih ingat ketika anda pertama kali belajar naik motor atau mobil? Nah, persis!

Bayangan apa yang muncul pertama kali? Takut? Kawatir? Kenapa? Karena belum bisa. Apa jadinya jika anda ketika itu menuruti rasa takut atau kawatir dengan alasan belum bisa? Selamanya anda tak akan pernah bisa nyetir motor atau mobil! Ya kan?

Ketika belum bisa nyetir, tepatnya: ketika belum memulai nyetir, apa yang anda pikirkan? Takut atau kawatir celaka (rugi, kerugian). Apakah anda terus berpikir tentang kekawatiran kecelakaan (kerugian)? Tidak kan? Tentu anda berpikir tentang “saya harus bisa nyetir”, “saya pingin bisa nyetir” (manfaat, keuntungan).

 

Solusi 2 (lanjutan) untuk masalah 1:

Kembali ke usaha atau bisnis. Sekarang, geserlah pikiran anda tentang pengalaman “ingin bisa nyetir” ini ke urusan usaha atau bisnis: “saya ingin bisa usaha atau bisnis”.

Caranya:

Pertama:

Pejamkan mata anda. Bayangkan ketika anda BELUM bisa nyetir (motor atau mobil, terserah anda). Atau anda boleh gunakan bayangan lain yang anda sukai: intinya sama yakni tentang sesuatu yang TADINYA BELUM anda kuasai tetapi SEKARANG TELAH anda kuasai.

Bayangkan ketika anda BELUM bisa hal tersebut. Perlahan-lahan bayangkan kisah tersebut hingga ke pengalaman setelahnya yakni ketika anda MULAI BELAJAR nyetir atau apapun itu, ketika anda TELAH MULAI BISA… NIKMATI KEADAAN itu.

Lanjutkan membayangkan hingga ke kisah selanjutnya sampai anda TELAH BISA. Nikmati perasaan anda hingga 5 menit ke depan. Setelah 5 menit, langsung posisikan tangan mengepal atau menggenggam, dengan erat seolah-olah anda menggenggam sesuatu semangat “saya telah bisa!”.

 

Kedua:

Sekarang bayangkan anda MEMULAI USAHA atau BISNIS (sementara abaikan dulu jenis usaha atau bisnisnya, berikut produknya; ini nanti saja).

Bayangkan anda memulai usaha atau bisnis SAMA PERSIS dengan ketika anda memulai belajar nyetir atau apapun pilihan  anda tadi di langkah pertama. Tangan tetap terkepal.

Ikuti perasaan anda yang muncul. Jika muncul rasa takut atau kawatir, segera bayangkan ketika anda nyetir mobil, dari belum bisa.. hingga MULAI BISA… dan TELAH BISA…

Bayangkan lagi tentang usaha atau bisnis anda… Kepalkan tangan dan keraskan kepalannya.. Hadirkan perasaan TELAH BISA NYETIR atau APAPUN PILIHAN ANDA.

NIKMATI PERASAAN itu…

Jika telah KLIK, nikmati perasaan klik itu BERSAMA dengan bayangan usaha atau bisnis anda. Nikmati hingga 10 menit ke depan.

Jika anda merasa cukup, tarik napas pelan panjang, buka mata pelan-pelan, kepalan tangan longgarkan.

 

Ulangi JURUS ini pada waktu lain. Pilih waktu yang nyaman dan tanpa gangguan. ULANGI BERKALI-KALI hingga anda merasa tak membutuhkan lagi LATIHAN JURUS ini.

Nah…

Inilah PELATIHAN GESER EMOSI yang kami lakukan pada klien-klien kami di MiracleWays.com.

Gunanya untuk mengubah pikiran kawatir atau takut akan bayangan buruk ketika akan memulai usaha atau bisnis.

Nah, sekarang anda telah LEBIH SIAP untuk memulai usaha atau bisnis. Pikiran anda lebih positif sekarang.

Sekarang kita lanjut ke masalah kedua: bingung mau usaha atau bisnis apa.

 

bisnis modal kecilKedua, bingung mau usaha atau bisnis apa

Ada banyak pilihan usaha atau bisnis, namun dapat dikategorikan 3 saja yaitu usaha atau bisnis yang bergerak di bidang: produksi, distribusi (jualan) dan jasa.

Tentukan satu bidang mana yang sesuai dengan anda.

Pemula biasanya akan menyukai jenis bisnis yang paling rendah risikonya. Dan kami sarankan juga demikian bagi anda yang pemula.

Bagi pemula, jenis bidang usaha atau bisnis yang paling rendah risiko adalah bidang distribusi atau jualan barang.

Karena tidak perlu melakukan produksi barang yang bagi pemula adalah pasti ribet. Sedangkan bisnis jasa memerlukan keahlian khusus yang bisa dijual. Untuk bisnis jasa, sebenarnya juga berada di wilayah “penjualan” sekaligus “produksi”, anda harus men-setting jasa yang mau anda jual, mulai dari “memproduksi” yakni menyiapkan materi atau konten jasa, mengemasnya kemudian menyiapkan pemasarannya. Cukup ribet. Lain kali saja kami bahas yang ini.

Jadi, tetap saja, yang relatif “tidak ribet” adalah langsung jualan barang.

Nah, jualan barang apa?

Ada banyak pilihan barang. Tentu pilihan anda akan jatuh pada pertimbangan ini:

  • Barang yang paling rendah risiko.
  • Barang yang paling diminati orang.
  • Barang yang memerlukan sedikit modal.

Ketiga pertimbangan tersebut memang akan membawa anda pada peluang barang anda lebih laku. Mari kita bahas satu per satu ya..

Barang yang paling rendah risiko.

Barang atau produk yang memiliki risiko paling rendah adalah:

  • Awet atau tahan secara fisik, yaitu tidak mudah rusak, rontok, pecah, baik ketika disimpan maupun dikirim ke pemesan.
  • Masa kedaluwarsa (expired) yang panjang atau lama, atau bahkan tak memiliki masa expired.
  • Fashion adaptif, artinya tak lekang oleh waktu, bisa dibutuhkan orang kapan saja.

 

Pertimbangan ini sangat penting bagi pemula, bahkan bagi pebisnis yang sudah berpengalaman sekalipun, karena jika barang belum laku, tidak akan busuk atau rusak dan juga masih update. Dijual kapanpun bisa.

 

Dalam hal ini hindari bentuk-bentuk kemasan botol yang bisa pecah, bentuk cairan, produk yang mengandung muatan listrik atau membutuhkan aliran listrik dalam penggunaannya baik baterai maupun aliran listrik rumah.

 

Produk berlistrik rentan terhadap kerusakan. Jika anda berkeberatan untuk memberi garansi atau ganti jika produk anda rusak ketika diterima pemesan dan anda ogah dikomplain untuk urusan ini, sebaiknya hindari produk berlistrik. Nanti saja kalau sudah berpengalaman, boleh jualan produk jenis ini. Dari sisi peminatan orang, produk elektronik teknologi informasi banyak peminatnya.

Barang yang paling diminati orang, adalah:

  • Update terhadap selera konsumen, artinya selalu dibutuhkan orang banyak.
  • Barang yang paling dicari orang.
  • Berdasarkan riset, barang atau produk yang paling banyak dicari orang adalah produk yang berkaitan dengan kesehatan, kejantanan pria, fashion, perawatan tubuh, wajah, kulit dan produk kecantikan, dan produk-produk teknologi informasi beserta asesorisnya.

 

Barang yang memerlukan sedikit modal, adalah:

Ya jelas, barang atau produk yang harganya murah. Cari produk murah tapi tidak murahan ya..

Nah.. Dari sini sudahkah ada gambaran mau usaha atau bisnis apa?

Mau jualan produk apa?

Diam-diam tentukan produk yang akan dijual ya… Hmm… dah dapet deh…

Kini kita lanjut point ketiga ya…

 

Ketiga, bingung bagaimana caranya

Kini anda sudah mengantongi ancangan produk yang bakal dijual.

Masih bingung bagaimana cara menjualnya?

Atau cara mendapatkan barang atau produk yang sesuai dengan kriteria di atas? Produk yang paling rendah risiko, paling diminati, dan tidak membutuhkan modal banyak?

Cara menjual barang atau produk, dari teori dan praktik manapun, sama.

Yaitu: ya dijual. Ditawarkan ke orang lain. Dari kalangan terdekat, dekat, agak jauh, jauh, tidak kenal.

Bisa dimulai dari keluarga atau saudara, teman, tetangga, temannya teman, tetangganya tetangga, tetangganya teman, temannya tetangga, saudaranya teman, saudaranya tetangga, tetangganya saudara, temannya tetangganya saudara, saudaranya tetangganya teman, dst.

Itu semua kalangan dekat, yang mungkin saja membutuhkan produk anda.

Anda diam, maka anda tidak tahu kalau mereka sedang membutuhkan anda.

Anda diam, maka mereka tidak tahu kalau anda memiliki produk yang mereka cari dan butuhkan!

Anda diam, maka mereka tidak tahu kalau anda adalah SOLUSI bagi mereka!

 

KUNCI JUALAN yang utama adalah jadilah anda sebagai SOLUSI bagi masalah orang lain!

 

Dengan menjadi SOLUSI bagi masalah orang lain, maka produk anda pasti diburu dan dibeli orang.

Jika jualan dengan cara offline dirasa kurang cepat, tambahi dengan cara online. Yang offline ya tetap, sambil jalan sambil omongin produk.

Ada banyak cara untuk jualan online. Lain kali kita bahas tersendiri ya…

Anda bisa menggunakan media social popular seperti Facebook, Instagram, YouTube. Medsos lain juga bisa untuk menunjang, seperti Twitter dan LinkedIn.

Anda bisa mem-posting produk di Fanpage Facebook, gunakan fitur “Shop” atau “Marketplace”.

Anda juga bisa posting di instagram, gunakan hashtag (tagar) yang relevan, sebanyak yang memungkinkan pada caption postingan anda.

Anda bisa juga manfaatkan marketplace popular semacam Tokopedia, Bukalapak, Shopee, Lazada.

 

Keempat, modal kecil atau tidak punya modal

Modal kecil?  Cari produk murah yang lagi banyak peminatnya!  Bereslah urusan modal kecil.

Tidak punya modal?

Silakan jawab dulu ini ya: berapakah nominal rupiah yang anda patok sehingga anda berani mengira diri anda “tidak punya modal”? Rp. 100.000,-? Rp. 300.000,-? Rp. 500.000,-?

Anda tidak punya modal ataukah tidak berani mengeluarkan modal?

Saudaraku, tidak ada usaha atau bisnis yang “tidak membutuhkan modal (duit)”. Bahkan, sebutan “bisnis tanpa modal” pun sebenarnya ya membutuhkan modal duit juga, setidaknya buat promosi produk, nawarin produk, buat jalan.

Bisnis dropshipping yang sering dibilang tanpa modal, itupun pakai modal juga. Produk memang diperoleh dari supplier tanpa kita beli dulu dari supplier, tetapi ita perlu modal juga untuk mempromosikan akun kita di marketplace.

Jadi, buanglah pikiran “tidak punya modal” itu dari pikiran anda sekarang juga!

Jika anda pada saat membaca tulisan ini sedang “tidak ada duit” untuk memulai usaha atau bisnis, itu baik. Setidaknya anda memiliki rencana untuk usaha atau bisnis. Suatu saat anda pegang duit, anda telah siap memulai.

Jadi walau tak ada duit, tetaplah dan teruslah berpikir tentang usaha atau bisnis. Suatu saat ada duit, anda siap.

Banyak orang yang konyol, punya duit, tapi tidak ada pikiran atau ide untuk usaha atau bisnis. Yang ada habislah tu duit… haha…

Pilih mana?

Pilih ada ide ada duit doong…. Haha….

Soal modal, anda bisa patungan sama teman untuk memulai usaha atau bisnis bersama-sama. Pelajari bersama, lakukan bersama, besar bersama. Mark Zuckerberg aja tidak sendirian bikin dan mengelola Facebook Corporation.

Jack Ma juga patungan sama teman bikin Alibaba.

 

 

Kelima, bingung bagaimana cara memulainya

Memulai apa? Memulai usaha atau bisnis?

Okay…

Ini langkah praktisnya, ada 7 langkah ajaib:

  1. Rencanakan bidang usaha atau bisnisnya.
  2. Rekomen: bisnis jualan barang/ produk.
  3. Tentukan produknya, dan cari produknya.
  4. Lakukan riset pasar.
  5. Tentukan sarana jualan: offline, online.
  6. Tentukan cara promosinya, lakukan promosi.
  7. Do It Now! Lakukan sekarang!

 

Langkah ke-1 adalah penting untuk menuju langkah ke-2 dst. Namun dari semua langkah itu, langkah ke-7 adalah yang PALING MENENTUKAN!

Okay Saudara… selamat Do It Now! Sukses !

 

produk china

 

 

 

 

  • Terms of Service
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Copyright 2017 KuliahTiongkok.com
Design By: ZonaWeb.Co.Id

Perlu Bantuan? Silakan Chat Kami

Hallo. Selamat Datang di Website KuliahTiongkok.com. Silakan chat Customer Support kami di sini.

Bagian Penjemputan & Perbantuan di Tiongkok

Nikko

Online

Bagian Pendaftaran & Administrasi

Wawan

Online

Nikko

Hallo, saya Nikko. Ada yang bisa saya bantu terkait PENJEMPUTAN & PERBANTUAN DI TIONGKOK? 00.00

Wawan

Hallo, saya Wawan. Ada yang bisa saya bantu terkait PENDAFTARAN & ADMINISTRASI? 00.00