Dua Bersaudara Berbagi Pengalaman Kuliah dan Hidup Mandiri di Tiongkok – 3

Dua Bersaudara Berbagi Pengalaman Kuliah dan Hidup Mandiri di Tiongkok – 3

Kita lanjutkan kisah dua bersaudara Nikko dan Nikko berpetualang di Tiongkok ya… Pada bagian ini, masih sekitar Nikko Akbar, sang kakak. Nanti di bagian 4, kisah beralih ke Nikko Reza, sang adik, yang tak kalah hebohnya!

Pada bagian 2, Nikko mengingatkan adik-adik angkatannya, para generasi X milenial untuk melatih sikap mental tangguh, disamping kreatif.

mitra kerja kuliah tiongkokMenurut Niko, jaman ini membutuhkan pribadi tangguh dan kreatif. Di Indonesia tanah air beta sendiri, anak-anak Indonesia harus bersaing tak hanya dengan sesama “anak Indonesia” dalam memperebutkan pekerjaan dan kesempatan berkarir, ataupun berusaha, tetapi juga harus bersaing dengan anak-anak atau orang-orang dari luar Indonesia!

Nikko juga mengingatkan agar memperhatikan trend dan perkembangan situasi global disamping situasi nasional di Indonesia. Mau gak mau, corak berkarir dan berusaha (berbisnis) di masa kini dan mendatang tak lepas dari pengaruh dan situasi global perkenonomian global, bahkan politik global! Artinya apa? Tantangan ke depan dalam hal mencari pekerjaan, tepatnya ‘merancang pekerjaan’, juga berbeda. Apapun itu, hal yang mutlak harus dimiliki adalah: ketangguhan, kreativitas dan relasi / jejaring (networking)!  Dan ia merasakan, bahwa dengan kuliah dan hidup di Tiongkok, ia mendapatkan ketiganya sekaligus! Plus ilmu yang didapatnya di kampus dan di luar kampus yakni dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks ini, Nikko Reza sang adik., juga merasakan secara “lebih riil” saat kuliah di Guangzhou. Nanti di bagian 4 kisah Nikko Reza ini yang lebih tertarik di dunia bisnis.

Karena pertimbangan kondisi global inilah Nikko Akbar mempersiapkan dan membentuk kualifikasi diri di tanah Tiongkok. Ia memanfaatkan benar saat berada dan hidup di Tiongkok dengan segala fasilitas kampus, “fasilitas kota”, “fasilitas budaya” yang ia pelajari dan praktikkan secara langsung! Ia belajar berdisiplin, manajemen waktu, belajar keuletan dan kreatif seperti orang Tiongkok, dsb. Karenanya Nikko senantiasa aktif mengikuti kegiatan di luar perkuliahan, yang mana kegiatan ini juga dilakukan di dalam area kampus. Juga di kampus tetangga, juga di luar kampus. Capek? Naaa… kok  fokus ke capeknya. Salfok tu… Fokuslah ke “kenikmatan berkegiatan” karena “ada manfaat besar di situ”. Apa? Itu tadi: membentuk ketangguhan diri! Juga networking!

Nikko mem-briefing mahasiswa baru
Pemberian materi kepada mahasiswa baru
Kegiatan sosial di Jakarta

Berikut ini adalah sebagian dari kegiatan akademik Nikko di kampusnya.

kuliah tiongkok seminar
kuliah di tiongkok
kuliah di tiongkok

Ini jalan-jalan…

biaya hidup di tiongkok
pengalaman pertamaku di tiongkok

Ini jalan-jalan bareng Dubes RI untuk Tiongkok, Bapak Jauhari Oratmangun. 

belajar bahasa mandarin

Kegiatan Nikko di klub Diaspora Indonesia di Tiongkok. Ini kegiatan tahun 2018. Tentang diaspora, bisa dibaca di sini ya..

Nikko bersama para mahasiswa Indonesia di Tiongkok juga berpartisipasi aktif dalam upaya memberikan masukan kepada pemerintah RI lho… Konferensi Merancang Visi Indonesia 2045 !

kuliah di tiongkok
Nikko: paling kanan, duduk (baju hitam)
indonesia masa depan
Nikko: 6 dari kanan, baju batik
Nikko: paling kanan, duduk.(baju batik)

Nah… anak Indonesia, pelajar Indonesia, mahasiswa Indonesia, generasi milenial, telah mampu berbuat banyak untuk dirinya dan bangsa dan negaranya. 

Bersambung……

Dua Bersaudara Berbagi Pengalaman Kuliah dan Hidup Mandiri di Tiongkok – 4 >>

 

Dua Bersaudara Berbagi Pengalaman Kuliah dan Hidup Mandiri di Tiongkok – 2

Dua Bersaudara Berbagi Pengalaman Kuliah dan Hidup Mandiri di Tiongkok – 2

Pada bagian 1, kisah dua bersaudara yang berbagi pengalaman kuliah dan hidup mandiri di Tiongkok ini membagikan jurus pertamanya untuk sukses, yakni “keluar dari zona nyaman!”. Ya, harus berani membuat keputusan untuk keluar dari zona nyaman! Sebuah keputusan yang tidak mudah untuk dilaksanakan. Baik oleh dirinya sendiri, maupun keluarganya. Tetapi, sebuah keputusan harus dibuat. Dan harus dilaksanakan! Akhirnya, berangkatlah dia ke negeri Panda.

Kenikmatan belajar dan berada di negeri yang terkenal dengan etos kerja dan semangat belajar tinggi membuat Nikko menikmati hari-harinya. Belajar dari arti luas, dia dapatkan di sana. Bahkan, pelajaran paling berharga, sementara ini, yang ia dapatkan adalah ‘belajar lebih berdisiplin dan berpikir efektif’

“Ketularan orang China (Tiongkok)”, selorohnya pada suatu ketika.

Kegiatan sehari-harinya adalah belajar, ke perpustakaan, jalan-jalan, berorganisasi dengan sesama mahasiswa asal Indonesia, kegiatan sosial, keagamaan, jalan-jalan lagi… 

 

kuliah di tiongkok pertunjukan budaya
Nikko berbusana khas Madura...
kuliah di tiongkok
menang dalam kompetisi akademik
Nikko berbusana lurik-lurik khas Jawa

Tekadnya, selama berada di negerinya orang-orang pekerja keras ini, harus mendapatkan ilmu yang lengkap… bagi Nikko, ilmu yang lengkap adalah pembentukan pribadi yang kuat, tangguh, kreatif dan mandiri. Ilmu itu adalah yang telah merasuk ke dalam diri, telah menjelma menjadi cara berpikir, cara bekerja dan cara hidup

Sebuah contoh sederhana: “hanya” untuk bisa shalat Jumat, ia harus naik MRT selama 1 jam untuk mencapai masjid besar di pusat kota. Untuk ikut shalat Idul Fitri atau Idul Adha, ia harus naik MRT juga, malah harus menginap dulu di hotel dekat masjid agar tak ketinggalan shalat Id. Nah.. latihan tangguh kan?

Lagi: puasa orang muslim di Indonesia berapa jam? Sekedar info, seorang muslim yang berada di Tiongkok puasanya selama 16 jam sehari, karena waktu berbuka puasa adalah jam 20.00 waktu Tiongkok! Nah, gemblengan mana yang lebih mampu membuat seseorang menjadi tangguh? Hoho…

Maka, gemblengan di dalam kampus maupun di luar kampus ketika kuliah di Tiongkok, ia padukan untuk membentuk diri pribadi yang cerdas dan tangguh serta kreatif dan juga mandiri. Memasuki tahun ke-4 kuliah di Tiongkok, Nikko menerima beasiswa penuh (full scholarship) dari pemerintah Tiongkok! Sebelumnya, saat  diterima masuk di kedokteran CQMU, ia menerima partial scholarship yakni beasiswa sebagian, free-SPP. Tepatnya, beasiswa dengan sistem reimburse yakni uang SPP dibayarkan  terlebih dahulu selama 1 tahun, kemudian dikembalikan full pada tahun depannya, masuk ke rekening Nikko. Dengan diterimanya beasiswa penuh, maka semakin lengkaplah kebahagiaan Nikko. Juga orangtuanya.. hehe… 😀

 

Merasakan banyak manfaat dengan menempuh kuliah di Tiongkok, Nikko Akbar pun berniat mengajak adiknya, Nikko Reza yang sedang berkuliah di KDU, Selangor, Malaysia, untuk kuliah di Tiongkok saja. Nikko Akbar juga  berbagi pengalaman dengan para juniornya di kota kelahirannya, juga di kota-kota sekitar tentang kuliah di Tiongkok. Yang lebih penting adalah membentuk pribadi tangguh, kreatif dan mandiri. yakni dengan: keluar dari zona nyaman!

Keluar dari zona nyaman, adalah kata kunci untuk mengajari diri sendiri agar lebih ketat dan efisien dalam berpikir dan bertindak, tidak terbuai oleh kenyamanan.

Pengalaman mengubah diri (personal changing) dengan cara “radikal” ini ditularkannya kepada adik-adik angkatannya.

“Anak Indonesia, jangan sampai kalah tangguh dengan anak-anak luar. Saat ini dan saat mendatang, tantangan kita adalah bersaing dengan tenaga-tenaga ahli dari luar negeri. Bersaingnya di negeri sendiri! Akankah kita merengek-rengek untuk diprioritaskan? Tidak! Pasar kerja membutuhkan tenaga ahli tangguh, bukan hasil rengekan!” Demikian antara lain Nikko mewanti-wanti adik-adiknya.

  • Terms of Service
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Copyright 2017 KuliahTiongkok.com
Design By: ZonaWeb.Co.Id

Perlu Bantuan? Silakan Chat Kami

Hallo. Selamat Datang di Website KuliahTiongkok.com. Silakan chat Customer Support kami di sini.

Bagian Penjemputan & Perbantuan di Tiongkok

Nikko

Online

Bagian Pendaftaran & Administrasi

Wawan

Online

Nikko

Hallo, saya Nikko. Ada yang bisa saya bantu terkait PENJEMPUTAN & PERBANTUAN DI TIONGKOK? 00.00

Wawan

Hallo, saya Wawan. Ada yang bisa saya bantu terkait PENDAFTARAN & ADMINISTRASI? 00.00