Tips Hidup Mandiri dan Kreatif di Rantau Episode 3

Tips Hidup Mandiri dan Kreatif di Rantau Episode 3

Kita lanjutin ya.. obrolan di episode 2, Tips Hidup Mandiri dan Kreatif di Rantau Episode 2. Di episode 2 lalu, dah kubahas tentang nggemukin rekening dengan ilmu level 1. Di tulisan ini yang kubahas adalah penggemukan rekening anak rantau dalam waktu yang lebih pendek. Hasil juga lumayan laah…

Masih ingat kan… Ini bukan bekerja lho… Ini cuma main-main aja.. Di episode lalu, main-mainnya adalah sambil pulkam, maka di lvel 2 ini, main-mainnya selama berada di Tiongkok.

Modusnya mirip episode 2 sih, yakni “main-main” sama barang Tiongkok yang sangat digemari di Indonesia karena harganya yang murah namun barangnya bagus.

Di episode lalu kan barang itu ngikut koper kita ketika kita pulkam. Nah kini, barang itu pulkam sendiri, kitanya gak ikut pulang, juga gak dititipin teman yang pulkam. Lho gimana? Ya kita kirim dari Tiongkok.

Nah… untuk awal, kamu mungkin kesulitan ngirim barang dari Tiongkok ke Indonesia dengan ongkos shipping yang gak begitu mahal. Sementara kamu nebeng di “shipping”-ku aja ya… Alias, aku yang bakal ngirim barang kalian dari Tiongkok ke Indonesia tanpa kalian ribet.

Kalian tetap dapat keuntungan dari jualan kalian ke Indonesia. Carilah barang-barang yang lagi diminati di Indonesia, kemudian belilah di Tiongkok, kirimkan ke Indonesia. Kamu dapat untung dari selisih harga toko di Tiongkok dengan harga jual kamu ke Indonesia. Ntar ngirimnya, serahin ke guwehh yee…. Bayar ongkos ekspedisinya ke guwehh doonk…

Nah… Kita sama-sama untung kaaan…. Asyeekk kaan…

Dah… jangan bilang-bilang yang laen yaah…. haha….

Apa? Kamu belum tahu cara cari barang di Tiongkok?

Emang siih.. masing-masing daerah di Tiongkok beda-beda kondisinya. Ada yang mudah cari barang, ada yang sulit karena jauh dari lokasi pertokoan grosir. Kalau di daerahku, Guangzhou, lebih mudah carinya. Kamu yang kuliah di Guangzhou bisa kubantu langsung.  

Apa? Belum berani bisnis kayak aku?

Gpp… Cari order aja deh… Ntar kukasih fee.. Mantap juga kaan…

Ini contoh barangnya.. silakan intip deh… IG @minejastip.id

Kalian tinggal share link IG ku itu… Ntar yang laen-laen, kita personal chat WA atau WeChat aja ya.. hehe…. (ssssttt…)

Naaa.. gimana….

Okay kaan…

Yuk.. take action NOW !

Nih tulisan boleh kulanjut ke episode berikutnya gak ya gaes…. 

Lanjut ya….

Masih banyak nih pengalamanku yang laen….

Semoga dapat menginspirasi kalian sekaligus menyemangati kalian

Hidup di rantau itu asyik… Jika kita kreatif.

Okay gaes….

Tunggu episode 4 ya….

 

kuliah di tiongkok

Tips Hidup Mandiri dan Kreatif di Rantau Episode 2

Tips Hidup Mandiri dan Kreatif di Rantau Episode 2

Kalau Tips Hidup Mandiri dan Kreatif di Rantau Episode 1 ngebahas tentang ilmu bertahan hidup pada level rendahan, maka tulisan ini, Tips Hidup Mandiri dan Kreatif di Rantau Episode 2, ngebahas ilmu bertahan hidup pada level menengah. Meningkat dikit ya kelas kita…

Kalaukamu dah baca episode 1, kamu pasti paham bahwa inti ilmu bertahan hidup ini adalah bagaimana cara hidup agar tak menguras rekening malah bisa nambah rekening. Kalau dulu istilahnya adalah “menguras isi kantong”. Kuno dah.. Zaman milenial istilahnya, “menguras isi rekening” atau “membuat ATM loyo”.

Nah, gimana cara agar rekening kita gak terkuras atau ATM kita gak loyo untuk biaya hidup di perantauan ketika kuliah di Tiongkok?

Pada ilmu level 1 dan 2 sudah kujelasin di episode 1 ya… Lumayan, cukup ampuh untuk memperpanjang masa loyo ATM.

Nah Ilmu Bertahan Hidup di tulisan ini adalah ilmu meningkatkan stamina ATM agar tak gampang loyo. Gimana caranya? Ya di-supply gizi doonk…

Bekerja?

Ndak.

Lho…

Gini gaes…. ‘bekerja’ tidak boleh dilakukan oleh mahasiswa internasional yang sedang kuliah di Tiongkok. Artinya, “bekerja” dalam arti yang pakai ikatan kontrak kerja, ikut orang, kerja, dibayar itu lho… Nah.. kalau “melakukan sesuatu aktivitas yang dapat bernilai uang” dan itu tidak ada ikatan kontrak dengan siapapun, dan tidak mengacaukan jadual kuliah… ya tidak apa-apa.

Jelas ya…

Gimana donk caranya…

Iih.. gak sabaran banget sih…. hehe…

Ini juga ada level-levelnya lho…

Yang kubagiin ini yang level “rendahan” dulu ya… Sebut aja “Ilmu Gizi ATM Level 1” hehe…

Ilmu ini dilakukan sambil jalan. Jadi gak ngorbanin waktu kuliah sama-sekali.

Tepatnya, ilmu ini dilakukan sambil pulang. Lhoh…

Gini gaes… Kamu kan mesti pulang kampung to… Emang gak pulang? Gak kangen sama orangtua? Hehe…

Lho katanya “keluar dari zona nyaman”, kok pulang?

Keluar dari zona nyaman itu artinya merevolusi diri dengan keluar dari zona nyaman itu untuk melatih diri dengan cara hidup di “suatu tempat yang jauh dari jangkauan zona nyaman kita kemarin”. Bukan berarti gak pulang sama sekali.

Kayak aku. Aku menemukan pelajaran sangat berharga di rantau, Tiongkok. Karenanya aku milih kuliah di Tiongkok. Aku pulang kampung setahun sekali.

Nah ketika pulang itulah ilmu ini dapat diterapkan gaes…

Kamu pulang kampung dari Tiongkok ke Indonesia bawa koper lumayan besar to… Meskipun gak besar-besar banget. Artinya, ada bagasi yang kamu bawa.

Pilih maskapai penerbangan yang menyediakan fasilitas bagasi 30 kg. Barang bawaan bagasi sendiri isilah maksimal 20 kg saja. Kalau perlu kurang dari itu.

Nah, kan ada sisa 10 kg tuh koper bagasi kamu..

Buat apaan?

Isi dengan barang milik orang lain yang membutuhkan “bantuan” membawakan barang dari Tiongkok ke Indonesia. Biasanya ini barang oleh-oleh orang tersebut tetapi dia / mereka kekurangan bagasi.

Nah, kita bisa menampung barang orang tersebut di “slot 10 kg bagasi kita”.

Tentunya “nitip” ini tidak gratis gaess… Ada ongkos (fee) nya lho.. Ini bukan matre, tapi lumrah. Ongkos dibuat atas dasar kesepakatan. Umumnya biaya nitip dipatok 50 – 60 RMB per kg. Jika kamu dapat “orderan” titipan sebanyak 10 kg kan lumayan… Hitung sendiri dah.. hehe..

Sesampai di tanah air, kamu kirim lah barang-barang tersebut ke alamat yang diberikan oleh si penitip tadi. Selesai.

Kembali ke Tiongkok lagi, ulangi modus ini untuk menerima “jasa titipan” dari Indonesia ke Tiongkok.. Sama, 10 kg juga. Lebih juga boleh, terserah kamu aja.

Setidaknya, Tiongkok – Indonesia PP kamu dah ngantongin, eh ngisi gizi ATM kamu dengan 1.200 RMB atau sekitar Rp. 1,2 juta. Lumayan kan…

Iya tapi itu kan setahun sekali dapetnya… 🙁

Iya laah… Namanya juga ilmu level 1… hehe… 🙂

Ntar kalau mau yang gedean, yang level 2…

Buat latihan, ini dulu yaa…..

Kalau udah berpengalaman, ntar ningkat deh ilmunya… Amalkan ilmu yang level 2 ntar…

Kamu juga boleh pulang kampung 1 semester  sekali kok. Kalau mau. Memanfaatkan liburan akhir semester. Lumayan, anggap aja dapat “tiket pesawat bersubsidi”… hehe..

Atau kalau dirasa berat, ya setahun sekali lah pulkamnya…

Oh ya gaes… ilmu ini tadi “nama resmi”-nya adalah “jasa titip” atau “jastip”.

Variasi modus lain dari jastip selain menampung titipan barang orang lain adalah “membawakan titipan” barang yang dipesan oleh teman atau saudara yang ada di Indonesia. Mereka kadang nitip dibelikan barang-barang Tiongkok yang terkenal murah tapi bagus. Nah, titipan barang itu bawalah ketika kamu pulang kampung.

Atau kalau kamu belum pulang, titipkan barang itu ke temanmu yang sedang mau pulang. Ini kamu yang bayar ongkos jastipnya ke temanmu yang pulkam itu. Tapi kamu yang dapat untung dari penjualan barang yang dipesan temanmu atau saudaramu dari Indonesia tadi.

Contoh barang bisa diintip di sini yah… IG @minejastip.id

Kebayang?

Ini dulu ya….

Naah.. sebelum lanjut ke ilmu berikutnya, coba cek lagi pengalamanmu ya ketika sudah praktekin ilmu ini. Ada pelajaran apa kira-kira…

Kalau udah, boleh lanjut deh… ke level 2 nya..

Ntar lanjut ke ilmu level 2 nya yang akan kuterbitin di episode berikutnya: “Tips Hidup Mandiri dan Kreatif di Rantau Episode 3”.

Nantikan tayangnya ya gaes…  

kuliah di tiongkok

 

 

 

 

Tips Hidup Mandiri dan Kreatif di Rantau Episode 1

Tips Hidup Mandiri dan Kreatif di Rantau Episode 1

Anak rantau, anak kos, anak kuliah, dimana pun, apalagi di luar negeri, membutuhkan daya ketahanan hidup (survivalitas) yang mumpuni agar pertahanan negara, eh, pertahanan diri makin kuat. Ketahanan diri ini berkaitan dengan ketahanan mental juga. Dan ketahanan mental sangat diperlukan dalam kehidupan kita, yakni untuk menumbuhkan sikap mental gigih, ulet dan tidak mudah menyerah. Kamu pinter tapi mentalmu lembek ya kacau. Ya kan… Hidup mandiri dan kreatif di rantau, adalah cara efektif untuk melatih ketahanan mental.

Ketahanan mental lebih dibutuhkan daripada kepintaran atau kecerdasan.

Bukan berarti pinter dan otak cerdas itu gak penting. Ya penting. Tapi, ketahanan mental, lebih penting. Banyak contoh kisah nyata orang sukses dari modal ulet dan gak gampang menyerah walaupun “otaknya pas pasan”. Dan kisah orang yang suksesnya lama, tak kunjung sukses bahkan gagal sukses, walaupun terkenal pinter “hanya” karena gampang menyerah.

Nah… Mental yang kuat dan tangguh, lebih cepat terlatih di arena baru yang menantang, jauh dari lingkungan nyaman, misalnya keluarga. Ini untuk melatih mental. Keluarlah dari zona nyamanmu! Pergilah jauh dari zona nyamanmu untuk melatih mentalmu. Mental yang tahan banting, tahan uji, tahan goncangan. Karena dunia tidaklah ramah bagi penduduknya, kawan.

Dan itu paling efektif jika kamu “keluar jauh dari jangkauan” zona nyamanmu!

Pilihannya adalah: kuliah di luar negeri!

Inilah salah satu alasanku kenapa aku milih luar negeri untuk kuliahku. Bagiku kuliah tak hanya urusan cari ilmu di bangku kuliah, tapi juga urusan melatih ilmu itu di luar bangku dan ruang kuliah. Termasuk melath ketahanan mental tadi itu. Ya, aku melatihnya dalam waktu yang sama, ya ketika kuliah itu. Dan sasana “pelatihan” yang efektif adalah luar negeri.  Di atas udah kujelasin.

Kuliah di luar negeri? Wow… mahal booo….

Wait…

Tergantung luar negerinya mana. Pengalamanku membuktikan, tidak demikian.

Aku milih Tiongkok.

Tiongkok, adalah luar negeri yang tidak mahal bagi para pembelajar ilmu. Dari tahun ke tahun anak-anak Indonesia berdatangan ke Tiongkok untuk belajar, kuliah di sana. Di tulisanku yang lain, aku akan bagikan pengalamanku hidup di Tiongkok, dengan biaya berapa aku berangkat, dengan biaya berapa aku hidup di Tiongkok serta dari mana aku memperoleh uang untuk biaya hidup itu.

Tulisan yang ini adalah tips dan trik untuk hidup kreatif dan mandiri di tanah rantau Tiongkok. Ini sangat penting bagi anak kos, anak rantau.

Hidup mandiri dan kreatif ini kalau diterjemahkan secara kontekstual adalah bisa hidup layak tanpa menguras isi rekening malah nambahin.

Nah, level paling rendahan adalah bisa makan gratis di mana-mana, dengan cara terhormat dan tetap bermartabat. Jangan keliru lho kawan… hehe…

Disclaimer: tips ini merupakan kesimpulan dari pengalamanku, yang ternyata bisa disimpulkan sebagai “tips n trik 1” berikut ini. Walaupun dasar berpikirku dan motivasiku waktu itu tidak sengaja untuk cari gratisan. Dan, tips ini bisa berlaku untuk kalian bisa tidak. Tergantung kalian sih.

Ini Tips n Trik 1: Makan Gratis Secara Terhormat

Gini… ini pengalamanku.. pengalaman yang terjadi pada tahun 2014 – 2015. Aku tu orangnya seneng berkawan dan ngebantu kawan-kawan tanpa pamrih… ciee… Lho bener… (awas tu ada ada udang di balik piring tu… ). Hush.. Gini lho… Tulisan ini memang terinspirasi oleh ketidaksengajaan. Aku kan suka berkawan nih.. Suka nyapa orang… Akhirnya kawanku banyak. Kuliahku di Chongqing, terkenal sebagai “kota pelajar”, karena lokasinya juah dari sebutan kota ramai dan kota besar semacam Shanghai atau Guangzhou. Chongqing ini kota berpenduduk terpadat di Tiongkok.

Kawan-kawanku tak hanya anak-anak Indonesia, juga dari negara lain seperti India, Denmark, dll. Aku suka bantuin belajar ekstra teman-teman India dalam hal bahasa Mandarin dan wushu. Oh ya, di kampus-kampus Tiongkok, pada semester awal ada mata kuliah olahraga yang antara lain ada wushu-nya. Kebetulan selama di Indonesia sejak SD aku dah ikut klub bela diri yang dasar jurusnya mirip wushu. Jadi ketika ada mata kuliah wushu aku tak ada kesulitan, bahkan sering diminta laoshi untuk mengajar kawan-kawan ketika latihan.

Nah di luar kuliah, aku sering diminta teman-teman untuk ngajarin mereka jurus-jurus wushu itu. Eh besoknya, tak kusangka dan tak kuduga, mereka ngundang aku makan-makan… Dan ini sering… Lumayaaan…. hehe… Alhamdulillaah…

Dalam hal bahasa Mandarin juga demikian. Walau aku gak jago bahasa Mandarin aku sering diminta ngajarin. Kubilang, ini belajar bersama. Lumayan kan, hitung-hitung aku juga ikut belajar. Kan bahasa itu belajarnya ya digunakan omong. Ketika belajar bareng itulah  aku juga sekalian belajar. Karena aku dikira “mengajar” oleh kawan-kawan, tentu aku bikin persiapan materi biar gak malu kalau salah. Nah, belajar pula jadinya. Belajar bahasa jadi makin asyik deh…

Eh… tak kusangka, habis belajar bareng, makan-makan… Dan aku gak boleh bayar… Lhah… Terpaksa urung deh buka dompet… (padahal dalem hati, moga-moga dibayarin… hahaha…. hush..)

Nah sodara…

Apa-apa yang ada di dalam diri kita, yakni kemampuan kita, bisa kita dayagunakan untuk menolong kehidupan kita.

Contohnya ya tadi itu. Aku bisa “wushu” (aslinya bukan wushu yang kupelajari di Indonesia sejak SD itu, tetapi Rotakula, bela diri asal India) dan bahasa Mandarin. Bisa kupakai sebagai “alat survival” secara tidak sengaja hehe…

So.. kawan.. sedini mungkin, buatlah semacam “keahlian” kecil-kecilan pada dirimu kawan.. Kamu suka apa, pelajari itu, perdalam itu. Keahlian inilah yang bakal menolong kita, walaupun “cuma” urusan mengisi perut.

Nah dari aktivitas ini aku tu dah bisa menghemat cukup lumayan…

Duit yang sedianya untuk anggaran makan, gak jadi keluar, untuk apa? Ya disimpan… Kadang berguna untuk alokasi kebutuhan lain yang penting.

Itu tadi Tips n Trik 1 sub 1: makan gratis seara terhormat dengan cara ikhlas ngebantu kawan, dibales dengan traktiran.

Ini Tips & Triks 1 sub 2, yakni “cari makan gratis” dengan aktif di organisasi mahasiswa.

Cara kedua dalam hal mencari suaka perut adalah dengan aktif di organisasi kemahasiswaan, yang di situ jelas ada unsur konsumsinya. Kita juga modal sih, bisa pakai alokasi anggaran tak terpakai hasil usaha kayak di point 1 di atas. Jelas ya…

Selama aktif di organisasi, selama itu pula kita makin akrab dengan kawan-kawan. Banyak kawan banyak rejeki. Rejeki itu bukan cuman urusan makan lho gaes…  Itulah falsafah hidup yang terbukti dan teruji.

Kalau di tempat kuliahku, aku gabung di Perhimpunan Pelajar Indonesia Tiongkok (PPIT). Aku pernah jadi ketua di tingkat cabang yakni di tingkat kota tempat kampusku berada. Kini aku pengurus di PPIT tingkat nasional. Jadi wilayah jangkauan dan daya jelajahku makin luas nih…

Aku suka beraktivitas di organisasi ini. Bisa berkesempatan ngebantuin kawan-kawan baru, para yunior dari Indonesia yang baru tiba di Tiongkok. Dan itu bisa membuatku mengunjungi daerah-daerah lain di Tiongkok di mana mahasiswa asal Indonesia berada. Tentang yang ini, ntar kutulis tersendiri aja.. Pengalamanku di organisasi ini.

Catat ya.. di sini ilmu survival kita meningkat dari sub 1 di atas, jadi gak sekedar urusan “makan gratisan” lho ya…. Survival di level ini lebih tinggi derajatnya.. hehe… Yakni menambah jaringan pertemanan. Jaringan pertemanan ini sebuah aset lho kawan… Kan dari awal dah kutulis, aku tu dari sononya emang suka banget berkawan, cari kawan baru…. Dunia sepi tanpa kawan..

Kawan…

Berbagi itu indah. Itu benar lho.. Kita melakukan sesuatu yang baik, maka dapat baik pula. Kawan makin banyak. Kebaikan makin banyak.

Ini dulu..

Tulisan mendatang kubagiin Tips n Trik 2 ya..

Yang ini kan Tips n Trik 1: Makan Gratis Secara Terhormat sebagai ilmu level rendahan dari Ilmu Hidup Mandiri dan Kreatif di Rantau.

Tips n Triks 2 nanti adalah ilmu level menengah. Lebih donk dari “sekadar” urusan ngisi perut hehe… Apa itu?

Tunggu ya kawan…

kuliah di tiongkok

 

  • Terms of Service
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Copyright 2017 KuliahTiongkok.com
Design By: ZonaWeb.Co.Id

Perlu Bantuan? Silakan Chat Kami

Hallo. Selamat Datang di Website KuliahTiongkok.com. Silakan chat Customer Support kami di sini.

Bagian Penjemputan & Perbantuan di Tiongkok

Nikko

Online

Bagian Pendaftaran & Administrasi

Wawan

Online

Nikko

Hallo, saya Nikko. Ada yang bisa saya bantu terkait PENJEMPUTAN & PERBANTUAN DI TIONGKOK? 00.00

Wawan

Hallo, saya Wawan. Ada yang bisa saya bantu terkait PENDAFTARAN & ADMINISTRASI? 00.00