Tips Hidup Mandiri dan Kreatif di Rantau Episode 2

Tips Hidup Mandiri dan Kreatif di Rantau Episode 2

Kalau Tips Hidup Mandiri dan Kreatif di Rantau Episode 1 ngebahas tentang ilmu bertahan hidup pada level rendahan, maka tulisan ini, Tips Hidup Mandiri dan Kreatif di Rantau Episode 2, ngebahas ilmu bertahan hidup pada level menengah. Meningkat dikit ya kelas kita…

Kalaukamu dah baca episode 1, kamu pasti paham bahwa inti ilmu bertahan hidup ini adalah bagaimana cara hidup agar tak menguras rekening malah bisa nambah rekening. Kalau dulu istilahnya adalah “menguras isi kantong”. Kuno dah.. Zaman milenial istilahnya, “menguras isi rekening” atau “membuat ATM loyo”.

Nah, gimana cara agar rekening kita gak terkuras atau ATM kita gak loyo untuk biaya hidup di perantauan ketika kuliah di Tiongkok?

Pada ilmu level 1 dan 2 sudah kujelasin di episode 1 ya… Lumayan, cukup ampuh untuk memperpanjang masa loyo ATM.

Nah Ilmu Bertahan Hidup di tulisan ini adalah ilmu meningkatkan stamina ATM agar tak gampang loyo. Gimana caranya? Ya di-supply gizi doonk…

Bekerja?

Ndak.

Lho…

Gini gaes…. ‘bekerja’ tidak boleh dilakukan oleh mahasiswa internasional yang sedang kuliah di Tiongkok. Artinya, “bekerja” dalam arti yang pakai ikatan kontrak kerja, ikut orang, kerja, dibayar itu lho… Nah.. kalau “melakukan sesuatu aktivitas yang dapat bernilai uang” dan itu tidak ada ikatan kontrak dengan siapapun, dan tidak mengacaukan jadual kuliah… ya tidak apa-apa.

Jelas ya…

Gimana donk caranya…

Iih.. gak sabaran banget sih…. hehe…

Ini juga ada level-levelnya lho…

Yang kubagiin ini yang level “rendahan” dulu ya… Sebut aja “Ilmu Gizi ATM Level 1” hehe…

Ilmu ini dilakukan sambil jalan. Jadi gak ngorbanin waktu kuliah sama-sekali.

Tepatnya, ilmu ini dilakukan sambil pulang. Lhoh…

Gini gaes… Kamu kan mesti pulang kampung to… Emang gak pulang? Gak kangen sama orangtua? Hehe…

Lho katanya “keluar dari zona nyaman”, kok pulang?

Keluar dari zona nyaman itu artinya merevolusi diri dengan keluar dari zona nyaman itu untuk melatih diri dengan cara hidup di “suatu tempat yang jauh dari jangkauan zona nyaman kita kemarin”. Bukan berarti gak pulang sama sekali.

Kayak aku. Aku menemukan pelajaran sangat berharga di rantau, Tiongkok. Karenanya aku milih kuliah di Tiongkok. Aku pulang kampung setahun sekali.

Nah ketika pulang itulah ilmu ini dapat diterapkan gaes…

Kamu pulang kampung dari Tiongkok ke Indonesia bawa koper lumayan besar to… Meskipun gak besar-besar banget. Artinya, ada bagasi yang kamu bawa.

Pilih maskapai penerbangan yang menyediakan fasilitas bagasi 30 kg. Barang bawaan bagasi sendiri isilah maksimal 20 kg saja. Kalau perlu kurang dari itu.

Nah, kan ada sisa 10 kg tuh koper bagasi kamu..

Buat apaan?

Isi dengan barang milik orang lain yang membutuhkan “bantuan” membawakan barang dari Tiongkok ke Indonesia. Biasanya ini barang oleh-oleh orang tersebut tetapi dia / mereka kekurangan bagasi.

Nah, kita bisa menampung barang orang tersebut di “slot 10 kg bagasi kita”.

Tentunya “nitip” ini tidak gratis gaess… Ada ongkos (fee) nya lho.. Ini bukan matre, tapi lumrah. Ongkos dibuat atas dasar kesepakatan. Umumnya biaya nitip dipatok 50 – 60 RMB per kg. Jika kamu dapat “orderan” titipan sebanyak 10 kg kan lumayan… Hitung sendiri dah.. hehe..

Sesampai di tanah air, kamu kirim lah barang-barang tersebut ke alamat yang diberikan oleh si penitip tadi. Selesai.

Kembali ke Tiongkok lagi, ulangi modus ini untuk menerima “jasa titipan” dari Indonesia ke Tiongkok.. Sama, 10 kg juga. Lebih juga boleh, terserah kamu aja.

Setidaknya, Tiongkok – Indonesia PP kamu dah ngantongin, eh ngisi gizi ATM kamu dengan 1.200 RMB atau sekitar Rp. 1,2 juta. Lumayan kan…

Iya tapi itu kan setahun sekali dapetnya… 🙁

Iya laah… Namanya juga ilmu level 1… hehe… 🙂

Ntar kalau mau yang gedean, yang level 2…

Buat latihan, ini dulu yaa…..

Kalau udah berpengalaman, ntar ningkat deh ilmunya… Amalkan ilmu yang level 2 ntar…

Kamu juga boleh pulang kampung 1 semester  sekali kok. Kalau mau. Memanfaatkan liburan akhir semester. Lumayan, anggap aja dapat “tiket pesawat bersubsidi”… hehe..

Atau kalau dirasa berat, ya setahun sekali lah pulkamnya…

Oh ya gaes… ilmu ini tadi “nama resmi”-nya adalah “jasa titip” atau “jastip”.

Variasi modus lain dari jastip selain menampung titipan barang orang lain adalah “membawakan titipan” barang yang dipesan oleh teman atau saudara yang ada di Indonesia. Mereka kadang nitip dibelikan barang-barang Tiongkok yang terkenal murah tapi bagus. Nah, titipan barang itu bawalah ketika kamu pulang kampung.

Atau kalau kamu belum pulang, titipkan barang itu ke temanmu yang sedang mau pulang. Ini kamu yang bayar ongkos jastipnya ke temanmu yang pulkam itu. Tapi kamu yang dapat untung dari penjualan barang yang dipesan temanmu atau saudaramu dari Indonesia tadi.

Contoh barang bisa diintip di sini yah… IG @minejastip.id

Kebayang?

Ini dulu ya….

Naah.. sebelum lanjut ke ilmu berikutnya, coba cek lagi pengalamanmu ya ketika sudah praktekin ilmu ini. Ada pelajaran apa kira-kira…

Kalau udah, boleh lanjut deh… ke level 2 nya..

Ntar lanjut ke ilmu level 2 nya yang akan kuterbitin di episode berikutnya: “Tips Hidup Mandiri dan Kreatif di Rantau Episode 3”.

Nantikan tayangnya ya gaes…  

kuliah di tiongkok

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Terms of Service
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

Copyright 2017 KuliahTiongkok.com
Design By: ZonaWeb.Co.Id

Perlu Bantuan? Silakan Chat Kami

Hallo. Selamat Datang di Website KuliahTiongkok.com. Silakan chat Customer Support kami di sini.

Bagian Penjemputan & Perbantuan di Tiongkok

Nikko

Online

Bagian Pendaftaran & Administrasi

Wawan

Online

Nikko

Hallo, saya Nikko. Ada yang bisa saya bantu terkait PENJEMPUTAN & PERBANTUAN DI TIONGKOK? 00.00

Wawan

Hallo, saya Wawan. Ada yang bisa saya bantu terkait PENDAFTARAN & ADMINISTRASI? 00.00